Kevin Durant_Impian 20 Tahun Silam.Kompas.17 Juni 2017. Hal 16-page-001

“We did it, yes, we did it” begitu kata Kevin Durant (28) kepada sang ibunda Wanda Durant seusai meraih piala Bill Russell sebagai pemain terbaik (MVP) Final NBA 2017. Piala yang ia impikan 20 tahun silam.

Oleh Karano Nicolash LMS

 

Penghargaan bagi KD, begitu panggilan akrab Kevin Durant diberikan setelah ia bersama timnya, Golden State Warriors mengalahkan seteru utama Cleveland Cavaliers, dengan skor 129-120 pada laga ke-5 final NBA, Selasa (13/6) di Oakland, California, Amerika Serikat.

Dengan kemenangan laga yang berlangsung didepan pendukungnya sendiri di Oracle Arena, Golden State Warriors kembali merajai pentas NBA 2017. Warrior meraih piala Larry O’Brien setelah menundukan Cleveland Cavaliers dengan kedudukan 4-1 dalam system best of seven. Setelah menyerahkan piala tersebut Adam Silver, Komisioner NBA 2017 kembali mengumumkan MVP Final NBA 2017.

“Dia sudah sepuluh musim bermain di NBA. Dia pernah menjadi MVP. Dan kali ini ia menjadi MVP di Final NBA kita. Inilah Kevin Durant” teriak Silver dengan pelantang. Seketika gemuruh teriakan pendukung Golden State Warriors pecah di Oracle Arena.

Seusai menerima piala dari Russell (83), KD membentangkan kedua tangannya dengan menggenggam piala ditangan kiri. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

“Ya, saya berhasil. Saya katakan ini pada saya berusia 8 tahun”  ujar KD yang bertinggi badang 2,06 meter. KD kemudian memeluk ibunya. KD memang menyimpan impian menjadi MVP Final NBA sejak masih bocah.

“Saya hanya berusaha agar semuanya berlangsung sebagaimana adanya. Saya bekerja keras untuk permainan ini sehingga semua ini bisa dianggap sebagai muscle memory” tuturnya kepada espn.com dan nba.com seusai menjalani laga Final NBA.

Ia yakin bahwa pengulangan latihan merupakan induk dari belajar. Ketika hal itu dilakukan berulangkali, semua hasil latihan akan keluar dengan sesuai yang diharapkan.

 

 

Dekat dengan ibu

KD memang memilki hubungan yang sangat dekat dengan ibundanya, Wanda Durrant. Wanda membesarkan KD dan 3 saudaranya Brianna, Tony, Rayyonne setelah ia berpisah dengan Wayne Pratt. Ketika itu KD masih bayi.

KD tumbuh pesat dan jangkung, dengan modal tubuh yang tinggi KD kecil memutuskan bermain basket sejak ia berusia delapan tahun. Ia kemudian menjadi pemain basket disekolah menengah atas.

Dia pernah bercita-cita bermain di Toronto Raptors karena KD sangat senang dengan permainan Vince Carter, shooting guard yang kini masih menjadi pemain starter di Memphis Grizzlies. KD juga sangat menghormati Charles Craig pelatihnya di Uni-Amatir Atletik (UAA). Penghormatan KD bagi Craig yang meninggal pada usia 35 tahun ditunjukan dengan menggunakan no punggung 35 hingga sekarang.

Pada 2007 nama KD, kemudian dipilih menjadi tim Oklahoma City Thunder yang saat itu menjadi Seattle SuperSonic. PJ Carlesimo (68) menjadi pelatih pertama menangani KD di NBA. Saat itu Carlesimo bingung untuk menempatkan KD. Apalagi presentase lemparnya hanya mencapai 43%, dengan turn over yang lebih banyak dari asisnya.

Akan tetapi permainan mulai berubah ketika SuperSonic ditangani Scott Brooks (51) bersamaan dengan pindahnya tim Seattle ke Oklahoma tim itu juga sekaligus mengubah nama menjadi Oklahoma City Thunder di musim 2008.

Empat tahun bermain di OKC, KD mampu membawa timnya di NBA 2014. Sayang, saat itu ia dan timnya belum mampu meraih gelar karena kalah dari Miami Heat. Permainan KD terus berkembang dari tahun ke tahun hingga ia meraih gelar menjadi pemain terbaik (MVP) NBA untuk pertama kalinya pada musim 2014.

Ketika menerima gelar MVP-nya, ia begitu menonjolkan peran sang ibundanya dalam usahanya memburu gelar permainan terbaik. “Ketika musim panas tiba, ibu membangunkan saya setiap tengah malam dan membawa saya berlari naik turun bukit, meminta saya push-up. Ibu juga selalu berteriak dari pinggir lapangan pada setiap pertandingan yang saya mainkan ketika saya berusia delapan atau sembilan tahun” ungkap KD.

“Ketika ibu tidak makan, ibu memastikan bahwa kami semua sudah makan. Ibu rela tidur dengan perut kosong. Ibu sudah berkorban untuk kami, kaulah MVP sejati” kata KD sambil menghapus air matanya.

 

Kepedihan Berbekas

Meskipun KD memutuskan untuk pindah ke OKC ke Golden State Warriors sejak Juli 2016, tetap saja kepediahan warga Oklahama masih berbekas hingga saat ini. Kepedihan akan kehilangannya KD dilukiskan dengan media berita utama Oklahoma yang berbunyi “Mr. Unriliable, is Mr Depandable in Oakland! (Tuan yang tidak diandalkan, menjadi tuan yang diandalkan di Oakland). Berita itu turun setelah Golden State Warriors meraih gelar ke-5 dan KD meraih MVP final NBA.

Jangankan pendukung OKC, Russell Westbrook (28) mantan rekan satu timnya yang masih tetap bertahan di OKC, tetap memperlihatkan ketidaksenangannya kepada KD akibat keputusannya pindah ke Golden State Warriors. Bahkan ketika keduanya memperkuat tim di Wilayah Barat di NBA All Star 2017 di New Orleans, keduanya tetap bersitegang.

Memang sebelum kepindahannya ke Oakland, KD sudah meminta agar dirinya tidak diganggu dalam membuat keputusan. Pada saat ini Juli 2016, ia bebas agen. Namun tetap sulit bagi pendukung OKC ketika tonggak tim mereka pergi satu persatu. Mulai dari James Harden, Serge Ibaka, dan kemudian KD.

Satu-satunya orang yang membela KD ialah LeBron “King” James. Menurut “King” James (32) KD yang memilki bakat yang luar biasa seharusnya sudah meraih gelar juara dari lima tahun yang lalu. “Dan pengalaman adalah guru kehidupan yang paling baik. KD tengah mencari pengalaman demi pengalaman. Dia merasa seakan ia membutuhkan waktu untuk mengumpulkan kembali dan menilai kembali karirnya untuk kemudian bergabung dengan Warriors” tutur James.

“Bagi saya meraih gelar pertama tidak ada bedanya dengan menunggu kelahiran anak pertama saya. Sebab ini adalah momen yang sangat membanggakan. Sesuatu yang kita tidak pernah mau lupakan” imbuh “King” James.

Stephen Curry (29), rekan setim KD yang sudah memegang dua kali gelar MVP NBA mengatakan “Sekarang kita sudah bisa memanggil Kevin Durant sang jawara”.

 

Kevin Durant

Lahir                : 29 September 1988

Club                 : Golden States Warriors

Posisi               : Small Forward

Prestasi           : Juara NBA 2017

MVP Final NBA 2017

MVP NBA 2014

Medali Emas Olimpiade 2012 London

Medali Emas Olimpiade 2016 Rio de Jeneiro

Medali Emas Kejuaraan Basket 2010 Turki

 

 

Sumber : Kompas, Sabtu 17 Juni 2017