TEROR dengan penembakan sejumlah polisi semakin menggila. Kali ini mesibah dialami oleh Bripka Sukardi yang meninggal dunia setelah ditembak orang yang tak dikenal, didepan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, akhir-akhir ini para penegak hukum memang terus dihasntui kematian. Sebaiknya jajaran kepolisian wajib mengenakan baju anti peluru (rompi balistik) atau yang biasa disebut rompi kevlar. Rompi tersebut dipakai dalam baju seragam sebab dalam kesehariannya, polisi sangat jarang mengenakan rompi kevlar, baik saat bertugas dijalan raja, patroli, pengamanan, maupun pengawalan.
Rompi kevlar biasanya digunakan hanya sat digunakan menghadapi demo dan teroris. Namun masih ada juga yang tidak memakainya. Setidaknya penggunaan kevlar bisa meminimalkan resiko kematian. Sebab, kevlar telah dirancang untuk mengurangi sebanyak-banyaknya lontaan energi kinetik peluru, memiliki sifat peredam yang bagus, tahan terhadap asam (acid) dan basah. Dan bisa menahan panas hingga 370 derajat Celcius, jadikan kevlar sebagai partner polisi mulai sekarang dimanapun dan kapan pun.
Oleh Panji Yohanes (Staff Perpustakaan Universitas Ciputra)
Sumber: Jawa-Pos.13-September-2013.Hal_.4

