TAK ada wisatawan yang boleh datang berkunjung ke Bromo, kemarin (26/6). Padahal, ini momen Hari Raya Yadnya Kasada. Momen ketika warga Tengger menyelenggarakan upacara sesembahan kepada Sang Hyang Widhi melalui kawah Bromo.
Maka, Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru pun sepi. Hanya warga Tengger yang bisa naik ke gunung tersebut. Mereka melakukan persembahan dengan mencemplungkan aneka hasil bumi ke kawah tanpa kehadiran ribuan turis yang biasanya menyesaki Bromo saat Kasada. Warga pun harus menjalani “ritual” anyar sebelum hari besar itu. Mereka di-swab dengan tes antigen di areal Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Agar Kasada itu tak menjadi kluster penularan anyar.
Meski sepi, warga tetap terlihat khusyuk menjalani Kasada. Sebab, rangkaian doa-doa akan tetap sampai ke hadirat Dewata meskipun tanpa hadirnya para pelancong. (Doan Widhiandono)
BENTANG ALAM
Kabut menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kemarin. Biasanya saat Kasada, tempat tersebut dipenuhi para turis
MENGAIS REZEKI
Orang-orang yang berkerumun di bibir kawah untuk menangkap persembahan
DEMI KESEHATAN
Warga Tengger menjalani tes swab di depan Pura Luhur Poten Gunung Bromo, Jumat (25/6)
TANDA BAKTI
Warga Tengger meinikul hasil bumi yang akan dipersembahkan untuk Sang Hyang Widhidi Gunung Bromo
Sumber: Harian Disway. 27 Juni 2021. Hal. 10-11

