Media sosial adalah kanal distribusi yang sangat efektif untuk menarik audiens ke halaman situs anda. Akan tetapi, anda perlu memiliki strategi yang tepat.

Semua orang pasti ingin memiliki situs dengan traffic tinggi Segala cara pun ditempuh. Mulai dari memperbaiki SEO, meningkatkan kualitas konten, hingga mencari kanal distribusi yang pas untuk menarik traffic.

Berbicara soal kanal distribusi, media sosial bisa menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Sifatnya yang sosial menjadikan media sosial sebagai alat yang tepat untuk mengenalkan konten-konten andalah kita kepada calon audiens baru. Dengan catatan, kita tahu bagaimana cara memanfaatkannya.

Sebagai pengelola media sosial, kita harus rajin melakukan eksperimen. Tujuannya agar kita mengetahui seperti apa karakter media sosial yang kita punyai. Dengan demikian, kita akan mengetahui, bagaimana memaksimalkannya.

Setelah melakukan berbagai tes untuk memaksimalkan traffic via media sosial, saya akan membagi tip kepada Anda semua. Ikuti saja poin-poin di bawah ini, dan rasakan bedanya!

 

  1. Pastikan jumlah audiens di media sosial Anda mencukupi

Saat ingin mendistribusikan konten, Anda harus yakinkan dulu bahwa audiens di kanal distribusi yang dipilih mencukupi.

Soal berapa jumlah yang dianggap cukup, jawabannya bisa sangat beragam. Tergantung seberapa besar kebutuhan kita.

Untuk beberapa produk, dibutuhkan jumlah audiens yang sangat besar. Nah, yang perlu dilakukan adalah bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, ada juga produk yang niche. Yang satu ini hanya membutuhkan sedikit audiens yang memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk tersebut.

Bila audiens di media sosial Anda dirasa kurang, tidak ada salahnya berinvestasi dulu untuk sedikit menggemukkan jumlahnya. Ini bisa dilakukan dengan mengkombinasikan metode organik dan berbayar.

Yang perlu diingat, makin banyak jumlah audiens, potensi sebuah konten Anda akan kian besar. Begitu juga potensi konversinya ke traffic web Anda.

  1. Kenali karakter audiens di media sosial Anda

Agar sukses menghadirkan konten yang sesuai dan berbuah konversi ke traffic, kita harus mengenali audiens media sosial kita. Cara mengenalinya tidaklah sulit. Sebagai admin halaman, Anda pasti memiliki akses untuk melihat Facebook Insight.

Di Facebook Insight, Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai audiens. Mulai dari data demografi sampai kebiasaan mereka mengonsumsi konten di Facebook. Ini bisa menjadi bekal yang tepat untuk memilih konten untuk didistribusikan.

Memang, kita harus rajin memperbarui (update) pengetahuan seputar analytics yang disiapkan oleh media sosial. Biasanya, cara membaca dan mencatat datanya cukup sering diperbarui. Dengan selalu mengikuti pengetahuan soal analytics di media sosial, kita akan lebih leluasa mengenali karakter audiens.

  1. Jadikan media sosial juga sebagai media

Apa yang dikuasai audiens dari sebuah media? Jawabannya adalah konten yang relevan. Setelah mengetahui karakter audiens Anda, menemukan konten yang tepat bukanlah merupakan kesulitan.

Akan tetapi, permasalahan yang sering saya lihat adalah ketika akun media sosial memberikan banyak tautan di akun sosial medianya. Tujuannya apalagi kalau bukan mengarahkan audiens media sosial  menjadi audiens situs yang bersangkutan.

Cara tersebut tidak salah, hanya kurang efektif. Sebagai gantinya, cobalah membuat konten yang khas di media sosial. Dengan begitu, audiens Anda bisa menikmati sebuah konten yang utuh, tanpa harus mengeklik tautan.

Bahaslah sebuah masalah dengan rinci, dan goda audiens untuk mengetahui lebih banyak. Akhiri bahasan Anda dengan sebuah call to action. Dijamin, post Anda akan lebih efektif dalam mengonversi audiens ke situs Anda.

  1. Lakukan A/B testing untuk mencari tahu strategi yang paling tepat

Dalam media digital, tidak ada hokum absolut. Semuanya relatif. Terutama, untuk urusan konversi. Sering bereksperimen adalah cara yang bijak untuk mengetahui bagaimana respon audiens terhadap sebuah strategi.

Pun demikian yang terjadi dalam mengespos konten di media sosial. Untuk menentukan gaya bahasa dan pola yang tepat dalam mempengaruhi audiens, Anda perlu melakukan A/B testing.

Caranya tidak sulit. Cobalah membuat 2-3 pola untuk mengkomunikasikan hal yang sama. Lalu, coba posting di saat yang sama namun hari berbeda. Perhatikan bagaimana responnya. Dari tes tersebut, kita akan bisa mengetahui cara dan konten yang paling diterima oleh audiens dan bisa diterapkan selama beberapa waktu.

Lakukan tes ini secara berkala, agar kita bisa terus relevan dengan selera dan kebiasaan audiens. Ingat, jangan pernah berhenti melakukannya. Ini penting untuk kesuksesan strategi digital Anda.

  1. Selalu bagikan konten yang supershareable

Istilah supershareable content mungkin sudah sangat akrab di telinga. Jenis konten yang dimaksud adalah konten yang menggugah audiens untuk melakukan share, bahkan sebelum membaca.

Untuk membuat konten jenis ini memang agak merepotkan. Anda harus sangat mengetahui jenis konten apa yang paling bisa menggugah emosi audiens. Pilihkan judul yang sangat menarik, dan lengkapi dengan video maupun foto yang juga menarik. Makin menarik pilihan judul, foto dan video Anda, makin besar kemungkinan konten yang Anda tawarkan akan disebarkan ulang (reshare).

Guna menghasilkan konten yang supershareable, perhatikan bagaimana cara kita bercerita. Cerita yang baik pastinya akan membuat audiens terbuai untuk menikmatinya. Dan, saat mereka terbuai, tingkat konversi share konten Anda akan meningkat pesat.

 

Demikian beberapa tip dari saya. Semuanya sudah melalui berbagai percobaan dan memberi hasil yang cukup menarik.

Sekarang giliran Anda mencoba. Jangan ragu untuk  mengombinasikan beberapa diantaranya. Memadukan tip dan pemilihan urutan yang berbeda bisa jadi akan melahirkan hasil yang berbeda pula.

Selamt mencoba!

 

Sumber: Infokomputer.Edisi 07.Juli 2017.Hal 60-61