Kawasan Ampel juga terdapat satu warung kikil kambing Sedayu 69. Warung ini sangat ramai pada malam hari pukul 16.00-23.30 jika stok masih ada.
Saking ramainya, biasanya penikmat kikil Sedayu 69 ini berasal dari Kota Surabaya sendiri hingga luar kota seperti Sidoarjo, Gresik dan beberapa kota lainnya.
Umumnya masakan kikil menggunakan kaki daging sapi, tetapi khusus Sedayu 69 ini lebih fokus menyajikan kikil kambing.
Kikil di sini tergolong sudah melegenda karena bisnisnya mulai dijalankan sejak 1970 yang secara turun temurun usahanya diwariskan ke anak cucu.
Setiap hari rerata warung ini menjual sekitar 70 pasang kaki kambing atau setara 168 porsi kikil. Kuliner yang satu ini khas dengan tekstur daging kikilnya yang menempel pada tulang kaki kambing.
Tekstur daging kikil yang lembut ini telah dibumbui rempah-remapah seperti kunyit, jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, merica ketumbar dan garam. Kebayangkan, rasanya menyeruput setiap lapisan-lapisan daging menempel di sisi tulang.
Satu porsi kikil Sedayu 69 ini dijual dengan harga Rp38.000, sedangakan nasi putih dihargai Rp4.000/porsi, dan satu gelas es teh dijual hanya Rp3.000.
Selain kedua jenis makanan itu, kawasan Ampel masih banyak warung, kedai, yang menawarkan panganan khas Timur Tengah. Ada Warung Madinah, Kedai Yaman, maupun pedagang kaki lima seperti sate karak berbahan usus sapi yang layak Anda coba. (Peni Widarti)
Sumber: Jlajah Soerabaja. Mei-Juni 2017

