Kisah Michelle Herlianto, Mahasiswa Universitas Ciputra yang Lolos IISMA 2024
Diterima di Yale University berkat Esai dan Pantun
16 Mei 2024. Hal. 15
Belajar di luar negeri menjadi mimpi Michelle Herlianto sejak lama. Kesempatan itu akhirnya datang saat ini. Kala dia telah masuk semester IV masa perkuliahan. Dia lolos seleksi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan diterima di Yale University, Amerika Serikat (AS).
MICHELLE, salah seorang mahasiswa Universitas Ciputra (UC) yang diterima di Yale University di AS lewat IISMA, bercerita bahwa dirinya sempat membuat para juri terkesan lewat pantunnya. “Jadi, aku bikin pantun khusus di sesi akhir interview. Pantunnya pkai bahasa Inggris. Aku nggak tahu pasti apakah itu jadi poin plus, tapi respons juri atau penguji waktu itu cukup terkesan. Kayak responsnya wow gitu, that’s so funny,” ceritanya.
Namun, poin utama yang menurutnya paling krusial adalah esai. Michelle mengungkapkan bahwa esai harus menunjukkan apa yang akan dilakukannya disana dan mempunyai dampak untuk negara tersebut. Terlebih untuk mengenal Indonesia lebih baik. “Aku nulis esai soal bagaimana aku tertarik dengan komunitas yang ada di sana dan menjelaskan rencana-rencanaku jika diterima. Mulai ingin mengenalkan khas Indonesia sampai budayanya,” lanjutnya. Dia juga menceritakan bahwa dirinya bisa masak.
Michelle yang memang punya hobi masak akan memasak makanan-makanan kha Indonesia untuk berbagi cerita dengan komunitas di negara yang dituju.
Menu seperti rendang, soto, rawon, hingga pecel pun sudah ada dalam list. “Karena memang ini khas Indonesia, jadi memang harus bikin sendiri. Apalagi, bahan-bahannya pasti terbatas di sana,” sambungnya.
Tips lain yang membuatnya bisa diterima di salah satu universitas bergengsi dan favorit di AS itu adalah dirinya mengenal baik program IISMA dan tujuan program tersebut. “Jadi, memang penting buat research sebanyak-banyakknya sebelum mendaftar. Apalagi cari tahu informasi dari senior-senior kita yang sebelumnya sudh ikut,” terangnya.
Dengan begitu, setidaknya persiapan untuk menulis esai sampai di tahap interview pun suh sangat terbantu. “Terakhir, yang nggak kalah penting iu manajemen waktu. Mungkin sepele, tapi dokumen yang haru disiapkan bayak banget,” ucapnya. Semua harus dilakukan di tengah kesibukan kuliah dan tugas. Sementara itu, durasi untuk mengumpulkan dokumen tersebut terus berjalan. “Jadi ini juga penting untuk diperhatikan,” tambah mahasiswa international business management itu.
Di Yale University, Michelle nanti mengambil empat mata kuliah yang berbeda. Mulai investigative journalism, business law, trust and mistrust, hingga introduction to American politics. Berbagai macam mata kuliah yang linear dan tidak linear itu diambilnya sebagai salah satu konsep dari Merdeka Belajar. (*/c19/may)

