
Seperti halnya Kawasan lain di sekitar sungai Kalimas, Roomsche Kerkstraat atau saat ini dikenal dengan Jalan Cendrawasih juga menjadi salah satu Kawasan dengan aktivitas perdagangan. Hal ini karena lokasinya dekat dengan sungai Kalimas yang dulu menjadi jalur transportasi berbagai komoditi.
Menurut pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika, dahulu Jalan Cendrawasih merupakan Kawasan orang Eropa dan digunakan Kawasan perkantoran dan juga perdagangan. “jadi orang Belanda banyak mendiami Kawasan tersebut. Karena aktivitasnya dahulu berdagang,’ katanya kepada Radar Surabaya.
Sampai saat ini, dikawasan itu masih terlihat aktivitas perdagangan dan perkantoran. “hal itu tidak lepas dari kehidupan tempo dulunya, kalua yang di sebelah-sebelahnya yang ada gangnya itu saat ini digunakan untuk bermukim warga,” terangnya.
Chrisyandi menjelaskan, dahulu Belanda lebih dahulu masuk dan di area tersebut terdapat banteng tersebut dirobohkan sendiri oleh Belanda. “Jadi seiring berjalannya waktu, di tempat tersebut digunakan sebagai tempat aktivitas perniagaan dan juga banyaknya kantor-kantor di wilayah Roomsche Kerkstraat,” katanya.
Selain itu, dikarenakan lokasi gedung tersebut berdekatan dengan sungai dan laut, sehingga memudahkan para saudagar menggunakan gedung untuk menyimpan barang. “Hampir diseluruh negaranya di dunia, pusat bisnisnya biasanya di area dekat laut dan sungai, seperti halnya di Kawasan tersebut. Sehingga memudahkan untuk lalu lintas perdagangan zaman dahulu,” pungkasnya. (bersambung/nur)
Sumber: Radar Surabaya. 19 Desember 2019.

