TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Bertempat di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan Workshop Inkubasi Panji Milenial, Senin (29/7/2019).
Dalam kegiatan tersebut, hadir beberapa pembicara kunci. Beberapa di antaranya adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto; Joko Susanto, Pakar Hubungan International Unair; dan I Dewa Gde Satrya, Kepala Program Pendidikan Pariwisata UC Surabaya.
“Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim ingin memfasilitas para milenial supaya terus mengembangkan kreativitasnya sesuai tuntutan zaman yang berdasarkan pada Budaya Panji,” ujar Sinarto.
Imbuhnya, cerita Panji memang harus terus diterjemahkan sesuai dengan situasi masyarakat saat ini.
Melengkapi hal itu, Joko pun menyebut bahwa cerita-cerita Panji dapat menjadi peluang industri kreatif di kalangan milenial.
Kekayaan cerita Panji, disebut Joko akan membuat pelaku industri kreatif tidak pernah buntu ide. Sebab cerita Panji sangatlah kaya.
“Contohnnya cerita Timun Mas, Ande-ande Lumut, Cindelaras, itu kan minornya dari cerita Panji. Nah sayangnya masyarakat kita tidak banyak yang tahu soal itu, tahunya hanya ” ujar Joko.
Dewa menambahkan, wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit pada abad ke 14 yang sampai ke Asia Tenggara, membuat plot cerita Panji juga diadaptasi oleh negara-negara lainnya. Antara lain Thailand dan Malaysia.
“Di Malaysia kalau kita bilang cerita Panji, mereka nggak tahu, tapi kalau Hikayat, mereka tahu. Nah keduanya itu sebenarnya sama,” ungkap Dewa.
Di Thailand, lanjutnya, masyarakat tidak mengenal Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji. Namun, mereka mengenal tokoh Inao dan Busaba.
Inao disebut Dewa merupakan nama tengah dari Panji Asmarabangun atau Raden Inu Kertapati. Sementara nama Busaba dalam Bahasa Thailand memiliki arti yang serupa dengan Sekartaji yaitu sari bunga.
Perkembangan cerita Panji pada abad ke 14 itu dikatakan Dewa menjadi slaah satu bukti bahwa Nusantara pernah sangat kaya dengan kebudayaannya.
Pada abad ke 21 ini, kebudayaan Panji, disebut Dewa juga dapat menjadi salah satu jalan bersaing dengan negara-negara lainnya di Luar Indonesia.
“Lupakanlah kalau kita sedang bersaing dalam bidang teknologi. Kita punya Budaya Panji yang sangat kaya, ini bisa menjadi senjata yang kuat untuk kita bersaing dengan negara lainnya,” tutur Dewa.

https://jatim.tribunnews.com/2019/07/29/kolaborasi-dengan-uc-surabaya-pemprov-jatim-ingin-hidupkan-cerita-panji-dalam-kreativitas-milenial