Kolaborasi Internasional: UC dan UTM Hadirkan Mural Bersejarah di Surabaya
22 Februari 2025
PR SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional melalui program “Uniting Colors in Creativity and Heritage” bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Program ini berlangsung pada 16–22 Februari 2025 dan menampilkan proyek mural bertemakan sejarah masyarakat Surabaya tempo dulu.
Sebanyak 20 mahasiswa UTM dari berbagai jurusan, didampingi empat dosen, berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Vice Head International Relations Universitas Ciputra, Gelar Nanggala Wahyu Sagara Putra, S.Hum., M.Han., mengungkapkan bahwa program ini melibatkan Program Studi Visual Communication Design (VCD) UC, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam mempercantik kawasan Kota Lama Surabaya serta mendukung upaya revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.
Mural Bertema Sejarah di Jantung Kota Lama
Mural ini berlokasi di Jalan Mliwis, dekat kawasan Kota Lama yang memiliki tingkat kunjungan tinggi.
Tema mural, yang dipilih melalui koordinasi antara UC, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya serta pihak terkait lainnya, mengangkat ikon budaya seperti dokar, penjual semanggi, lontong balap, serta interaksi khas masyarakat tempo dulu.
Pandu Rukmi Utomo, S.Ds., M.Ds., dosen VCD UC sekaligus konseptor mural, menjelaskan bahwa pengerjaan mural dilakukan selama tiga hari dengan durasi enam jam per hari.
Baca Juga: UC Surabaya Luncurkan 5 Program Magister Baru untuk Cetak SDM Unggul, Wanita Jago Bisnis Itu Fakta Saat Ini!
“Mural ini memiliki ukuran 7,5 x 3 meter dan melibatkan kolaborasi kreatif antara mahasiswa UC dan UTM. Selain berkarya, mahasiswa UTM juga diajak menjelajahi Kota Surabaya dan menikmati kuliner khas seperti lontong balap, semanggi, dan sinom,” jelas Pandu.
Pengalaman Berkesan bagi Mahasiswa Internasional
Shym Pei Xun, mahasiswa UTM jurusan Mechanical Engineering, mengaku bahwa pengalaman membuat mural ini sangat unik baginya. “Ini pertama kalinya saya melukis mural.
Saya senang mendapatkan bimbingan dari teman-teman UC dan bangga bisa menghasilkan karya di ikon kota Surabaya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Thayabharam, mahasiswa UTM jurusan Petroleum Engineering, merasa senang bisa berteman dengan mahasiswa Indonesia dan mencoba kuliner khas seperti bakso, jamu beras kencur, dan es jeruk.
Sementara itu, Cleo, mahasiswa UC, menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya.
“Melihat antusiasme teman-teman UTM meskipun cuaca terik membuat saya semakin bersemangat. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memahami budaya yang berbeda dan mempererat persahabatan,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan
Gelar berharap program ini dapat menjadi media diplomasi budaya yang mempererat hubungan antara UC dan UTM, serta antara Indonesia dan Malaysia secara lebih luas.
“Kami juga berharap masyarakat Surabaya dapat menjaga dan melestarikan mural ini agar bisa dinikmati dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Pandu menambahkan bahwa program ini bukan hanya soal seni, tetapi juga pengembangan karakter mahasiswa.
“Kami ingin membentuk desainer masa depan yang tidak melupakan nilai dan identitas budaya,” harapnya.
Dengan keberhasilan program ini, UC dan UTM semakin memperkuat kerja sama internasional yang berfokus pada kreativitas, pertukaran budaya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.***

