Sumber:https://jatim.suaramerdeka.com/pendidikan/108816669418/kolagen-halal-dari-cangkang-telur-inovasi-terbaru-peneliti-uc-surabaya

Kolagen Halal dari Cangkang Telur, Inovasi Terbaru Peneliti UC Surabaya

4 Februari 2026

JATIM.SUARAMERDEKA.COM – Limbah cangkang telur yang selama ini hanya dibuang ternyata menyimpan potensi besar. Tim peneliti dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengolahnya menjadi kolagen halal yang dapat dimanfaatkan untuk produk pangan hingga kosmetik.

“Limbah cangkang telur ini sangat banyak kita peroleh di sekitar kita. Setelah kami teliti dan riset, ternyata mengandung kolagen ESM yang manfaatnya luar biasa dan bisa menggantikan kolagen impor,” kata Ketua Tim Peneliti Universitas Ciputra Surabaya, Joko Sulistyo, Selasa (3/2/2026).

Penelitian tersebut melibatkan dosen Joko Sulistyo, Mitha Ayu Pratama Handojo, dan Agoes Tinus Lis Indrianto, dengan dukungan mahasiswa Belinda Manuela Angkadjaja dan Tuhfah Wikaputra, serta laboran Teknologi Pangan Amelia Myristi Lolita.

Joko menjelaskan, kolagen yang dihasilkan berasal dari membran tipis di dalam cangkang telur yang dikenal sebagai egg shell membrane (ESM), yang memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan bahan baku, biaya produksi, serta kejelasan aspek kehalalan.

“Selain untuk pangan, kolagen ini bisa dimanfaatkan di bidang farmasi, kosmetik, suplemen kesehatan, bahkan ke depan berpotensi untuk aplikasi medis,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Belinda Manuela Angkadjaja, menjelaskan proses produksi kolagen dimulai dari perendaman dan pembersihan cangkang telur selama semalam, sebelum dilakukan pemisahan antara membran dan bagian cangkang.

“Membran yang sudah dipisahkan lalu dibersihkan dengan air, dikeringkan di oven selama dua jam pada suhu sekitar 40 derajat Celsius, kemudian diblender hingga halus,” ujar Belinda.

Tahap berikutnya adalah proses ekstraksi menggunakan larutan buffer dan enzim pepsin yang didiamkan selama satu hingga dua malam, sebelum dipisahkan antara endapan dan cairan.

“Endapan itu lalu dikeringkan dengan suhu dingin sekitar minus 40 sampai minus 50 derajat Celsius selama tiga hari hingga menjadi kolagen kering yang siap diolah,” katanya.

Dari proses tersebut, sekitar 20 persen kolagen dapat dihasilkan dari total bahan baku cangkang telur yang digunakan. Selain membran, bagian cangkang telur yang keras juga dimanfaatkan menjadi bubuk kaya kalsium untuk bahan penguat bioplastik ramah lingkungan.

“Kandungan kalsium ini membuat bioplastik lebih kokoh dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Saat ini, tim peneliti Universitas Ciputra Surabaya telah menjalin komunikasi dengan industri kosmetika yang memanfaatkan kolagen egg shell membrane sebagai bahan skin care, pelembap, dan krim wajah, dengan rencana kerja sama teknis mulai 2026 seiring pengembangan tahap komersial.***