Rasa tidak nyaman di perut bagian atas sering diartikan oleh orang-orang sebagai sakit mag. Gejala seperti itu tidak selalu berarti mag. Melainkan bisa jadi penyakit lain. Misalnya, batu empedu.

“Sering dikira sakit mag. Tetapi, biasanya ada nyeri di ulu hati usai makan makanan berlemak,” ujar Dr. Dr Libriansyah Rohimi SpPD MM FINASIM. Ketika ada infeksi, biasanya timbul demam dan nyeri yang mengganggu atau kolik. Nyeri itu hilang timbul dan tidak tertahankan.

Batu empedu merupakan batu-batu kecil yang terdapat di kandung empedu maupun saluran empedu. Ukurannya bisa kecil, tapi jumlahnya banyak sehingga menyumbat. Bisa pula batu yang menyumbat berukuran besar. Sebagian besar kasus batu empedu yang ditemukan disebabkan oleh kolesterol.

Cairan empedu sebenarnya terbuat dari kolesterol yang diambil dari dalam darah. Namun, jika jumlahnya berlebihan, ia tidak akan bisa larut di dalam empedu. Akibatnya, kolesterol tersebut saling menempel hingga terjadi kristalisasi. Lalu, terbentuklah batu di dalam kantong empedu. “Kondisi ini tidak serta-merta, melainkan terjadi dalam waktu lama (kronis).” Imbuh dokter yang berpraktik di RSAL dr Ramelan tersebut.

Meski kolesterol menjadi penyebab utama, ada faktor risiko lain yang mengakibatkan seseorang lebih rentan terhadap penyakit itu. Selain usia di atas 40 tahun, perempuan memiliki risiko lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria. Apalagi yang masih produktif dan berbadan gemuk. “Sebab, hormon estrogen di dalam tubuh memengaruhi metabolisme lemak,” imbuh Libri.

Pada wanita subur, estrogen di dalam tubuh masih banyak. Jika terlalu tinggi, empedu akan bekerja lebih berat. Pada kondisi yang sudah mengalami komplikasi , biasanya diambil tindakan operasi. Mengeluarkan batunya saja atau sekaligus mengangkat kantong empedunya.

 

Sumber: Jawa Pos. 24 November 2017. Hal 36