Oleh Dr. dr. Robert Arjuna, FEAS

 

 

“PAK dokter, saya sakit diabetes. Apakah boleh minum madu?  Apa kadar gula darah saya bisa tambah parah?”

“Apa yang benar-benar diharapkan untuk mendukung pertumbuhannya daging pada luka kaki diabetes?”

“Apa benar madu mencegah impotensi?”

Demikian pertanyaan yang sering saya dengar dari mulut pasien.  Pengetahuan mereka tentang madu masih simpang siur. Yang paling banyak apakah madu boleh dikonsumsi penderita diabetes mellitus.  Ini memang sangat wajar.  Karena madu punya rasa manis seperti gula.  Maka, dikhawatirkan dapat memicu naiknya kadar gula dalam darah. Sehingga pasien menghindari menghindari madu.

Namun, bisa saya pastikan, anggapan tersebut keliru. Madu justru sangat membantu dalam mengendalikan gula darah. Sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.  Jika nutrisinya, ternyata madu terbukti memiliki kalori yang rendah. dikonsumsi siapa saja.  Termasuk penderita diabetes.

kandungan Yang berarti baik untuk Madu yang dihasilkan oleh lebah.  Insekta berwarna kuning hitam ini, meskipun berukuran kecil sekitar 0,3 – 2,5 cm namun menghasilkan manfaat yang sangat besar.  Lebah menghasilkan madu B, bee pollen (serbuk sari yang karbohidrat, mengandung kart protein, asam lemak, serta vitamin dan mineral), serta royal jelly.  Mereka juga memproduksi lilin, propolis, serta apitoxin (alias bee venom atau seng lebah). Semuanya bermanfaat bagi kosohatan kita.

 Manfaat Ekstra

Sebuah studi dalam Journal of Medical Food (2012) mengukur efek dari madu pada gula darah, kolesterol, dan bahkan kadar lemak tubuh.  Penelitian ini bertujuan mengetahui efek metabolik madu terhadap pasien diabetes tipe 1 (mellitus).  Untuk mendapatkan data, penderita mengkonsumsi madu selama 12 pekan.

Ini adalah uji coba secara klinis secara acak crossover (standar emas uji klinis) yang dilakukan di Institut Nasional untuk Diabetes dan Endokrinologi di Kairo, Mesir.  Yang menjadi responden adalah 20 penderita berusia 4-18 tahun, dengan dua jenis kelamin yang berbeda, Mereka diberi madu dalam dosis 0,5 ml/kg berat badan per hari, selama 12 minggu.

Selama studi, pengukuran utama yang diambil adalah glukosa serum (gula darah), lipid (lemak darah), dan C-peptida.  Intervensi menghasilkan beberapa manfaat kesehatan yang sangat menarik.  Sebab, terjadi penurunan signifikan dari tiga hal.  Yaitu kadar lemak tubuh (yang diukur dengan subskapularis kulit ketebalan lipatan), gula darah puasa, dan kolesterol total.  Trigliserida dan LDL (low-density lipoprotein, alias kolesterol jahat) ikut berkurang.

Sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Noori S Al-Waili, ahli ginjal di South Richmond Hill, New York, juga menunjukkan hasil yang mencengangkan.  Simak data di bawah ini: Gula biasa meningkatkan kadar gula plasma 50 persen pada satu jam pertama, dan 3 persen dalam dua jam.  Gula biasa dan madu buatan juga meningkatkan kadar trigliserida.  Madu asli meningkatkan kadar glukosa plasma 14 persen pada 1 jam portama dan 10 persen pada 2 jam.  Madu asli menurunkan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Dari penelitian tersebut, madu asli dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi risiko penyakit pada pasien diabetes.  Sehingga menambah pemanis dengan madu yang memberikan banyak keuntungan.  Selain lebih baik metabolismenya, juga dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan sukrosa.  Sehingga dapat dikatakan, bahwa madu hanya meningkatkan sedikit kadar gula darah dibandingkan gula lainnya.

Mempercepat Penyembuhan Kaki Khasiat lain dari madu adalah dapat mempercepat proses penyembuhan luka penderita diabetes.  Hal ini telah dibuktikan oleh seorang dokter dari Universitas Wisconsin, AS.  Hal itu menunjukkan, madu asli dapat menjadi salah satu obat diabetes alami.  Khususnya dalam mengatasi luka diabetes.  Karena ia memiliki efek antibiotik dan aktioksidan.  Sehingga mempercepat regenerasi jaringan baru.

Anjuran Madu yang digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula pasir sehingga gula darah penderita diabetes tetap terkendali.  Namun, harus diketahui juga, madu saat ini telah banyak yang diolah dengan ditambah pengawet, pemanis buatan, dan sebagainya.  Hal tersebut dapat mengurangi manfaat. Terutama ketika digunakan sebagai pemanis untuk penderita diabetes.

Untuk itu, kita harus selektif saat membeli madu di pasaran.  Sangat disarankan untuk memilih madu yang masih asli atau yang belum diolah.  Demi menghindari dampak negatif dari bahan aditif yang digunakan.

Jadi, dari beberapa penelitian yang saya paparkan, sudah cukup jelas bahwa madu sangat aman untuk penderita diabetes.  Sudah begitu, rasanya lebih enak.  Ambil contoh, teh hitam yang diberi madu lebih manis dan nikmat dibandingkan jika ditambahkan gula pasir.  Asal jangan sering-sering mengonsumsi madu dengan pancake atau wafel. Karena kadar gula dan karbohidratnya lebih tinggi lagi.  Tentu tidak baik bagi pasien diabetes.

So, jangan lagi ada keraguan untuk mengonsumsi madu setiap hari. Nenek selalu berpesan ‘Monggo minum madu setiap hari, akan menambah kebugaran tubuh.  Tapi jangan mau di”madu” Hehehe.. ()

“) dokter dan penulis ilmu kesehatan

 

Sumber: DI’S Way.25 Januari 2021.Hal.40