https://www.pressreader.com/indonesia/idea/20200301/282213717867337

Sentuhan sentuhan klasik pada rumah modern yang kompak ternyata dapat menciptakan hunian yang unik di lahan terbatas.

Inspirasi akan hunian bisa datang dari mana saja.  Salah satunya dapat datang dari lingkungan sekitar.  Seperti desainer Dendy Dharman dari UNKL347.  Kondisi lingkungan rumah yang didesainnya ini terletak di daerah perbukitan.  Karena itu rumah tersebut didesain seperti halnya rumah-rumah ala pedesaan di kaki gunung.  Namun jangan lantas menganggap rumah tersebut laiknya rumah kuno, karena sebenarnya rumah tersebut dirancang dengan mengadaptasi gaya hidup modern.

Konsep desain rumah tersebut didasari dari ukuran lahan yang terbatas.  Meskipun ukuran rumah kecil, masih terdapat lahan yang digunakan sebagai halaman.  Halaman ini pada nantinya akan diproyeksikan dapat bentuk, ukuran, serta penempatannya dimanfaatkan untuk tambahan ruang jika anggota keluarga bertambah (rumah tumbuh).

Penghuni rumah tersebut, menurut Dendy, adalah seorang perempuan yang sudah berumur.  Hal tersebut dijadikan salah satu pertimbangan dalam mendesain.  Nuansa klasik kemudian dipilih sebagai inspirasi, baik sebagai bentuk keseluruhan bangunan, hingga aksesori pengisi rumah seperti gorden.

Seperti halnya rumah-rumah dengan ukuran yang terbatas, rumah yang terletak di kawasan Bojong Koneng, Bandung, dibuat dengan mengedepankan ide rumah yang kompak.  Rumah tersebut dibuat hanya dengan memiliki 1 lantai agar seluruh aktivitas bisa dilakukan tanpa harus berpindah ruang, mengingatnya sudah berusia lanjut.  Alasan serupa yang kemudian mendasari pembagian dan penempatan ruangan-ruangan menjadi berdekatan.

Lahan yang terbatas menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan saat merancang rumah tersebut.  Rumah ini banyak menggunakan partisi berupa kaca agar memberikan kesan bahwa tidak ada kamar maupun ruang yang tampak tertutup.  Untuk buka tutup partisi cukup digunakan bahan yang fleksibel, misalnya gorden.  Selain itu, seluruh bagian rumah, mulai dari furnitur hingga perlengkapan rumah, dipilih dengan mempertimbangkan aspek fungsional.

Ruang penyimpanan pada rumah tersebut merupakan salah satu yang sangat diperhatikan.  Betapa tidak, kebutuhan akan tempat untuk menyimpan barang tersebut dibuat semenarik mungkin oleh Dendy.  Ruang penyimpanan dijadikan mozaik berbentuk boks yang memiliki ukuran beraneka rupa dan ditempatkan secara terekspos di ruang tamu.  Tanpa tujuan awalnya, mozaik justru menjadi titik fokus saat duduk bersantai di ruang yang juga berfungsi sebagai area makan tersebut. Kesan luas tidak hanya didapat dari konsep rumah yang kompak, namun juga melalui pemilihan material di dalamnya.

Dendy tidak menggunakan cermin untuk mendapatkan kesan yang luas, namun lebih mengedepankan pewarnaan pada ruang.  Pemilihan warna putih kemudian untuk mendapatkan kesan luas tak berbatas.  Selain itu warna putih juga digunakan untuk mendapatkan kesan dewasa.  Namun hunian ini bukannya variasi warna.  Material kayu dengan finishing natural, serta sentuhan warna hijau dan merah pada furnitur maupun pernakpernik pengisi rumah kemudian menjadi penyeimbangnya. melalui pemilihan material di dalamnya.  Dendy tidak menggunakan cermin untuk mendapatkan kesa luas, namun lebih mengedepankan pewarnaan pada ruang.  Pemilihan warna putih kemudian untuk mendapatkan kesan luas tak berbatas.  Selain itu warna putih juga digunakan untuk mendapatkan kesan dewasa.

Namun hunian ini bukannya variasi warna.  Material kayu dengan finishing natural, serta sentuhan warna hijau dan merah pada furnitur maupun pernakpernik pengisi rumah kemudian menjadi penyeimbangnya.

Semuanya menjadikan rumah tersebut terasa istimewa untuk ditinggali dengan sentuhan klasik dalam desainnya yang modern.  ·