MEMASUKI usia kepala empat, Arie Hidayat mengaku lebih selektif dalam memilih makanan. Hair stylist Arie Harry Salon itu lebih suka mengonsumsi sayur kale. Tidak memakan dalam keadaan mentah, dia mengolah sayur sejenis sawi itu dalam sajian tumis maupun jus.
“Tiga hari dalam seminggu aku mengonsumsi kale,” kata Arie. Olahan Arie beragam. Menu makan siangnya kemarin adalah tumis kale. Dia memasak dengan tambahan sayur baby kalian, brokoli, dan tauge. Agar masakan lebih sedap, dia pun menambahnya dengan minyak wijen. “Aku juga menghindari karbohidrat. Nggak pakai nasi putih. Makan siang ini sama salad juga,” ungkapnya ketika ditemui di kediamannya kemarin (9/11).
Khusus untuk olahan menjadi jus, dia menambahkan nanas dan apel. Tujuannya, rasanya lebih manis. “Kalau cuma kale, rasanya hambar. Aku tidak pakai gula pasir. Biar manisnya asli, campur sama buah aja,” kata Arie.
Olahan itu terinspirasi dari banyak hal. Mulai panduan chef di televise hingga resep di buku dan majalah. “Aku menghindari makanan dari luar. Sebisanya memasak di rumah. Jelas terjamin kesehatannya,” kata Arie.
Perjumpaan Arie dan kale tidak sengaja. Saat itu dia membaca artikel di sebuah majalah nasional mengenai kale. Di Surabaya sayur itu tidak familier. Untuk menemukannya, dia harus pesan ke Ranch Market.
Khasiatnya, Arie mengaku pergerakannya lebih lincah. Itu berkaitan dengan aktivitas Arie yang seabrek. Dia sering memberikan pelatihan mengenai penataan rambut di luar kota.
UC Lib-Collect
Jawa Pos. 10 November 2015

