KSEI Mitra Terpercaya yang Senantiasa Memberikan Nilai Tambah Bagi Pemakai Jasa. Kontan. 25 Juli 2016. Hal.1

PT.Kustodian Sentral efek Indonesia menetapkan sejumlah rencana strategi dimasa kepengurusan direksi baru. Direktur Utama KSEI periode 2016-2019 Friderica Widyasari  Dewi menuturkan, rencana strategi itu adalah adalah mengembangan infrastruktur  untuk pelaku industri reksadana Indonesia (S-Invest), up grading system utama KSEI (C-BEST next-Generation) pengadaan fasilitas E-voting dan AKSes financial hub. Program program yang sudah berjalan kami kelola dengan baik, sedangkan program pengembangan yang sedang dalam proses kami selesaikan. KSEI juga melakukan berbagai upaya termasuk restruksisasi organisasi agar pengembangan dapat berjalan dengan baik,” ujar Friderica, selasa (28/6).

s-invest adalah sistem  yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis reksadana yang otomatis, efisien dan terpadu dengan menghubungkan data Agen Penjual, Manager investasi, Bank custodian dan perusahaan efek.Single Investor Identification (SID) juga diterapkan bagi investor reksadana  sehingga data kepemilikan investor akan terkonsolidasi. S-Invest juga berfungsi untuk monitoring bagi regulator. Launching S-invest akan dilaksanakan Agustus ini. Saat ini kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar S-invest dapat diluncurkan sesuai target waktu,” tambah friderica.

Saat ini KSEI juga tengah meng-upgrade system utama yaitu The Central Depository and Book entry Sttlement sytem (C-BEST) yang merupakan flatform elektronik terpadu untuk penyelesaian transaksi efek secara pemindahbukuan. Nantinya, C-BEST Next-G memiliki kemampuan menangani 20.000 transaksi /menit sejalan dengan program BEI yang terus menggenjot pertumbuhan transaksi dipasar modal Indonesia.

Direksi baru KSEI juga mendorong ralisasi pemungutan suara untuk rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dapat dilakukan pemegang saham secara elektronik ( e-voting) tanpa harus hadir secara fisik. Mekanisme e- voting sangat diperlukan mengingat lokasi Emiten maupun investor tersebar diberbagai daerah, begitu juga dengan investor asing yang berbasis diluar negeri. Dari data statistik yang ada sekitar 40 persen investor memiliki lebih dari 7 saham yang berbeda. Negara yang sudah mengguakan e- voting sendiri, menurut friderica,”saat ini dalam tahap kajian legal karena berkaitan dengan UU Perseroan terbatas, UU informasi Transaksi Elektronik, UU pasar modal dan berbagai aturan, sehingga tidak bisa gegabah. Saat ini KSEI telah menunjuk konsultan hukum dan bisnis. Harapannya dapat terealisasi di kepengurusan sekarang”.

Selain berbagai hal,diatas KSEI juga memberikan fasilitas AKSes kepada setiap investor untuk secara langsung melihat saldo  Efek dan dana yang dimilikinya di system KSEI.

Adapun mengenai AKSes Financial Hub, KSEI sudah bekerja sama dengan lima Bank administrator rekening  Dana Nasabah (RDN) sehingga terjalin kerja sama pemasaran dan sosialisasi dengan berbagai program yang saling memanfaatkan  akses pemasaran yang dimiliki setiap pihak. Saat ini banyak bank nasional maupun daerah yang menyatakan minatnya menjadi bank administrator RDM.

Friderica mengibaratkan  Pasar Modal Indonesia seperti rumah yng sudah bagus, sudah lengkap fasilitas dan infrastrukturnya, sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi  berinvestasi, apalagi ada fasilitas AKSes. Investasi di Pasar Modal Indonesia dalam jangka waktu 10 tahun terakhir return-nya mencapai 300 pesen, tertinggi didunia dibanding Negara lainnya.

“Meski secara kinerja memuaskan ,KSEI akan terus belajar dari kesuksesan pasar modal di Negara lain. Kami ingin selalu menjadi terpercaya yang selalu memberikan nilai tambah”, ujar Friderica menutup wawancara ini.

Sumber: Kontan.-25-Juli-2016.-Hal.1