Selalu Riset Harga, Pastikan Konsumen Happy
27 Januari 2024. Hal. 18
Sang nenek yang biasa membuatkan kue ketika ada anggota keluarga yang ulang tahun memunculkan ide bagi Sekar untuk mengikutinya. Hobi berjualan akhirnya membawa bisnis custom cake-nya berkembang.
SEKAR tidak pernah menyangka kukkikek, usaha custom cake yang dirintis 5 tahun lalu, akan mampu bertahan, bahkan terus berkembang hingga kini. Sejak awal dia memang hobi jualan. Namun, bisnis custom cake adalah salah satu keisengan yang justri mendatangkan peluang paling maksimal.
Sebelum 2018, Sekar mengisahkan, dirinya mencoba berjualan berbagai macam barang. Mulai dari sepatu hingga makanan dan minuman. Sekar tidak sendirian dalam menjalankan usaha. Dia selalu bersama dengan dua partnernya: Feisal yang tak lain adalah suaminya serta Yunia Surya Kusumawardhani, sahabatnya.
Terakhir, sebelum terjun ke bisnis kue, Sekar sempat berjualan es pisang hijau dan nasi cumi. Lantaran tidak punya tempat khusus, dia dan dua partnernya berjualan di pinggir jalan. “Sampai kemudian kami diusir, tidak boleh lagi berjualan di tempat tersebut. Akhirnya jadi mutar otak lagi karena tidak ada pemasukan,” tuturnya.
Sekar lantas teringat sang nenek yang kerap membuatkannya kue. Setiap ada anggota keluarga yang berulang tahun, nenek selalu membuat kue sendiri. Sekar pun tetiba tertarik untuk coba membuatkan neneknya kue saat ulang tahun. “Iseng-iseng coba buat cake dengan model monogram. Hasil kue buatan pertama itu kita foto dan upload di medsos,” ungkap pemiliki nama lengkap Sekar Sari itu.
Di luar dugaan, unggahan tersebut menuai respons positif. Tak menunggu lama, hanya butuh waktu seminggu, Sekar dan kawan-kawan mendapatkan pesanan kue pertamanya. “Tentu saja nggak menyangka. Tapi, memang waktu itu kue yang kita upload adalah kue yang sedang nge-hype pas zaman itu. Jadi, banyak peminatnya,” beber perempuan 30 tahun tersebut.
Berikutnya, order untuk cake-nya meningkat di luar dugaan. Seminggu pertama dapat satu order. Lalu, dalam sebulan pertama Kukkikek yang ber-home base di Surabaya mendapatkan enam pesanan. Bulan-bulan berikutnya meningkat menjadi 10,15, hingga 30 order dalam sebulan di tahun pertamanya. “Cukup kaget kalau ngomongin produksinya. Sebab, kami belum tahu manajemen waktunya untuk melayani order yang banyak,” kata Sekar.
Sekar dan tim pun berupaya belajar dengan cepat, mengikuti cepatnya peningkatan pemesanan. Secara bertahap, Sekar meningkatkan waktu proses pengerjaan sembari menambah alat-alat produksi yang memadai. “Tahun pertama bahkan bisa dibilang kami nggak untung sama sekali. Maksudnya, semua pendapatan atau keuntungan langsung dibelanjakan bahan dan alat. Untuk beli pemotong mainan, oven besar, dan lain-lain,” urai Sekar.
Selama 5 tahun berjalan dan berkembang, saat ini Kukkikek rata-rata melayani 100 hingga 150 pesanan kue setiap bulan. Pesanan kuenya beragam. Mulai kue ulang tahun, pernikahan, hingga kue untuk momen-momen perayaan seperti bridal shower, perayaan naik kelas, dan sebagainya. “Itu kenapa kami bisa bilang peluang bisnis kue ini besar. Sebab, sekarang orang hampir momen apa pun selalu ingin dirayakan dan simbolis yang paling simpel ya dengan kue,” paparnya.
Jika mengingat awal perjalanan hingga hari ini, Sekar menggarisbawahi beberapa hal yang membuat bisnisnya punya tempat di market. Pertama, strategi harga. Menurut Sekar, Kukkikek tergolong cukup kompetitif menawarkan harga. Kue standar dibanderol Rp 150 ribu-Rp 500 ribu dengan pesanan terlaris ada di range harga Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. “Kami selalu riset harga kue di pasaran. Kami selalu upayakan bisa jual dengan harga yang lebih menarik,” tegasnya.
Selanjutnya, pelayanan yang total untuk pelanggan. Sekar menegaskan bahwa sesulit apa pun pesanannya, semepet apa pun waktunya, tim Kukkikek hampir tidak pernah menolak pesanan. Selain itu, Sekar dan kawan-kawan memastikan konsumennya puas. Artinya, apabila ada hal-hal yang membuat konsumen kurang happy, Sekar akan berupaya mencarikan solusi. “Misalnya, dulu ada konsumen yang pesen cupcake rusak karena mungkin kendala pengiriman. Itu kami langsung ganti, langsung buatkan yang baru. Intinya kami pengin konsumen happy,” tandasnya.
Sekar ingin Kukkikek lebih berkembang lagi. Tapi sekarang Sekar dan kawan-kawan masih ingin fokus menjaga kualitas dan kecepatan pelayanan dengan ritme order yang ada. “Kalau untuk punya tempat produksi atau toko sendiri pastinya pengen, tapi sepertinya cost-nya masih terlalu mahal. Untuk sementara, produksinya di rumah sendiri masih cukup,” ujar Sekar.
Untuk menambah staf yang tetap, Sekar juga mengaku masih mempertimbangkan ulang. Dalam momen tertentu saat pesanan sedang ramai-ramainya, Sekar biasanya menambah pekerja lepas untuk membantu. (agf/c7/fal)

