Mengingatkan pentingnya kalium bagi tubuh.
Bagi orang awam, nama kalium mungkin tidak sefamilier kalsium atau zat besi yang begitu sering disebut-sebut memiliki peran vital dalam tubuh. Beberapa negara menyebutnya potasium. Tapi, tahukah Anda, banyak masalah kesehatan yang setelah diteliti ternyata bersumber dari kekurangan nutrisi yang terkenal terkandung dalam pisang ini.
Dari otot kaki hingga jantung
Sudah beberapa hari Nunu (24) merasa tubuhnya lemas. Semula ia curiga terinfeksi demam tipoid alias tifus, karena ia juga merasa mual. Karena itulah, ia pergi ke dokter. Lewat observasi, tanya jawab, dan pemeriksaan darah, ia didiagnosis mengalami kekurangan kalium atau hipokalemia. Ia pun ‘diperintahkan’ berhenti melakukan diet-diet yang bertujuan menurunkan berat badan dan disarankan banyak mengonsumsi pisang. Sebenarnya, apa hipokalemia itu, dan apa hubungannya dengan pisang?
“Hipokalemia adalah penurunan kadar kalium darah di bawah normal. Sebagian besar laboratorium menggunakan angka 3,5-5,5 mEq/L. Kalium merupakan elektrolit dan dibutuhkan untuk proses metabolisme di dalam tubuh dan memungkinkan jantung bekerja secara normal,” jelas dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA.
Dalam Mayoclinic disebutkan, kalium bertugas membawa pesan ke sel-sel tubuh. Sebuah tugas yang penting untuk memungkinkan saraf dan otot di seluruh tubuh, termasuk otot jantung, bekerja dengan semestinya.
Menurut dr. Ari, yang juga staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal. Mungkin saat baru mengalami penurunan kadar kalium, tubuh tidak merasakan apa-apa. Namun, jika berlanjut, yaitu ketika kadar kalium kurang dari 3 mEq/L, tubuh akan terasa lemas. Jika kondisi ini didiamkan, maka otot akan melemah, kram otot atau baal, sampai tidak dapat mengangkat kedua kaki, bahkan kedua tangan.
Kram juga bisa terjadi pada perut, mengakibatkan kembung. Jika keadaan ini berlanjut, gerakan usus bisa menurun bahkan si penderita tidak bisa buang air besar dan buang angin. Pasien dengan hipokalemia juga bisa mengalami mual dan muntah yang memperburuk kondisi kekurangan kalium yang terjadi.
Nunu bisa dikatakan beruntung cepat mendapat diagnosis yang tepat. Pasalnya, hipolaemia yang berlanjut dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung. Bahkan, yang paling parah, dapat menyebabkan kematian karena henti jantung dan henti napas.
Identik dengan Pisang
Tentu saja hipokalemia bisa dicegah dengan mengidentifikasi penyebab rendahnya kalium dalam darah. Secara umum ini bisa terjadi karena asupan yang kurang atau pengeluaran yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan bisa terjadi karena muntah, diare berat, sering buang air kecil, bahkan melalui keringat yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya dehidrasi berat.
Hipokalemia juga bisa terjadi pada mereka yang diet sembarangan. “Beberapa obat herbal yang bisa membuat berat badan turun, yang salah satu efeknya meningkatkan buang air kecil, juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan elektrolit, termasuk kalium,” ujar dr. Ari.
Sementara, asupan kalium yang rendah bisa terjadi karena berbagai sebab, mialnya dalam keadaan sakit yang membuat nafsu makan turun. Pasien yang dirawat di rumah sakit umumnya mengalami hipokalemia karena asupan kalium yang kurang selama sakit. Di sisi lain, pasien juga bisa mengalami hipokalemia karena adanya kerusakan pada ginjal sehingga terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan.
“Obat-obatan yang dapat meningkatkan buang air kecil, seperti diuretik, juga bisa menyebabkan kadar kalium menurun. Kadar kalium ini keluar bersama urine,” kata dr. Ari.
Oleh karena itu, pada pasien yang mendapat obat diuretik atau peluruh air seni, harus mengombinasikannya dengan suplemen kalium. Bisa juga dengan memberikan obat peluruh air seni yang tidak mengganggu pengeluaran kalium melalui urine. Mengonsumsi obat pencahar dapat pula menyebabkan terjadinya penurunan kalium.
Yang juga perlu diperhatikan dan kerap terlewatkan adalah hipokalemia yang terjadi karena gaya hidup dan pola makan yang membuat mereka cenderung kekurangan asupan kalium. Misalnya, senang berolahraga di udara tropis yang membuat keringat lebih banyak keluar dan minim mengonsumsi makanan tinggi kalium.
Untuk mengatasi hipokalemia, selain memberikan asupan kalium, baik secara alami lewat makanan ataupun suplemen dan cairan elektrolit seperti oralit, penyebabnya juga harus diatasi. Jika penyebabnya diare atau muntah misalnya, maka harus segera dihentikan.
Agar tak mengalami hipokalemia, sangat penting memperhatikan asupan makanan yang mengandung kalium. Orang awam paham bahwa mengonsumsi pisang dapat memenuhi kebutuhan kalium. Buah ini bahkan sangat akrab dengan atlet dan mereka yang gemar berolahraga. Tidak salah, karena kandungan kalium dan karbohidratnya yang tinggi menjadi kombinasi ideal bagi pencinta olahraga untuk mengembalikan tenaga dan mencegah kram otot. Di Indonesia, pisang mudah ditemui dan harganya pun cukup murah.
Para pakar menyarankan, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi 4.700 mg kalium per hari untuk memenuhi kecukupan kadar kalium dalam darah. Menurut dr. Ari, mereka yang mempunyai riwayat kekurangan kalium dan pasien yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal harus lebih memperhatikan asupan kalium harian mereka, agar hipokalemia dapat dicegah.
Dapatkan Kalium dari Sini
Kalium juga bisa Anda peroleh dari makanan berikut ini (kandungan kalium tiap 100 gram makanan):
- Kurma 535 mg
- Pisang ambon 300 mg
- Avokad 278 mg
- Labu kuning 220 mg
- Duku 232 mg
- Apel merah 203 mg
- Pepaya 221 mg
- Kacang panjang 300 mg
- Bayam 416 mg
- Selada 350 mg
- Tahu 151 mg
- Cokelat pahit (batang) 830 mg
- Rumput laut 380 mg
- Tomat masak 235 mg
- Telur ayam 141 mg
- Singkong 394 mg
- Bit 330 mg
Sumber : Femina. Gaya Hidup. September 2017. Hal. 68.

