Kursi Rotan Dita Dipamerkan di Jerman. Jawa Pos.28 Januari 2016. Hal.26

Pekan lalu merupakan salah satu momen istimewa bagi Andita Eka Palupi. Desain kursi rotan milik mahasiswa Universitas Ciputra tersebut dipamerkan dalam ajang Internationale mobelmesse (IMM) Cologne di Kota Koin, Jerman. Itulah pameran mebel tingkat internasional.

 

“saya berada di Jerman sejak 16 Januari sampai 23 Januari lalu,” ujar mahasiswa jurusan interior architecture tersebut. Dia tidak percaya saat mendapat kabar bahwa desain kursinya diminati dan lolos untuk masuk pameran IMM Cologne.

 

Pameran itu adalah ajang international yang kali pertama diikuti perempuan yang sudah akrab di sapa Dita tersebut. “ada lima karya yan sudah saya buat. Sebelumnya, saya hanya ikut pameran di Jakarta dan Surabaya,” terang mahasiswa 21 tahun tersebut.

 

Desain milik Dita cukup unik. Kursi yang dapat digunakan untuk satu orang itu memiliki sisi cekung dibagian alas duduk. Bentuk miring tersebut bertujuan memberikan elastisitas kepada pengguna saat menempatkan pantat di kursi. “jadi, terasa nyaman. Bisa miring kiri atau kanan,” kata Dita. “Ditambah bahan spons untuk memberikan kenyamanan pengguna,” lanjutnya.

 

Dita sempat pesimistis sebelum berangkat ke Jerman. Sebab, produksi kursi yang sudah di desainnya selama satu bulan itu molor. “mepet banget. Pas saya berangkat itu, barangnya sekalian saya bawa. Padahal, seharusnya barang sampai di Jerman pada Desember tahun lalu,” ungkap dia.

 

Setelah kursi jadi, ada beberapa ukuran dan presisi tempat duduk tersebut yang tidak sesuai dengan desain awal Dita. “tidak ada waktu lagi. Saya melakukan sedikit perbaikan saat berada di sana,” tuturnya.

 

Setelah kursi jadi, ada beberapa ukuran dan presisi tempat duduk tersebut yang tidak sesuai dengan desain awal Dita. “tidak ada waktu. Saya melakukan sedikit perbaikan saat berada di sana,” tuturnya.

 

Namun, kegelisahan itu akhirnya sirna saat Dita menginjakkan kaki di koin, Jerman. “Rasanya tak percaya bisa jadi salah seorang peserta pemeran mebel terbesar,” ucap Dita. “ini impian saya sejak lama bisa belajar di Jerman sekaligus ikut pameran ini,” tambahnya.

 

Sumber : Jawa Pos. 28 Januari 2016.