Surabaya- Priscilla Listia berhasil memadukan sesuatu yang berkesan tradisional dan teknologi modern. Evening gown dan cocktail dress tidak lagi tampil biasa. Ornamen batik bermotif bunga kuntil dihadirkan dengan teknologi laser cutting. Busana tersebut ditampilkan dalam perhelatan Surabaya Fashion Parade 2016.
Laser cutting adalah teknik memotong kain menggunakan laser yang menjiplak gambar atau desain yang sudah diprogramkan secara otomatis dari komputer. Penggunaan teknik itu menghasilkan detail yang sangat rapi. Sebab, serabut benang ikut dimatikan. Langkah itu, menurut Priscilla, sulit diterapkan pada cutting manual. “Bahan kulit sintesis dipotong menggunakan laser sesuai gambar atau desain dan dipres ke kain tile. Seluruhnya computerized,” jelas desainer dari Jakarta itu saat ditemui di Tunjungan Plaza kemarin (14/5).
Bernuansa hitam dan off-white, Priscilla mengedepankan batik tulis dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Evening gown yang di pamerkan merupakan perpaduan dari brokat yang kemudian dipres ke bahan organza. Adapun cocktail dress menggunakan perpaduan bahan satin. Hasil laser cutting batik dipres di atas kain tile. Kesan simpel, seksi, dan elegan terpancar dari siluet rancangan tersebut. “Koleksi yang saya tampilkan secara umum cocok untuk kegiatan sehari-hari. Tidak harus ke pesta, dress ini juga bisa digunakan jalan-jalan,” ujar alumnus Bunka School of fashion Jakarta tersebut.
Memilih hitam dan putih, kata pemilik brand Mia Amica itu, berkaitan dengan tema Truthful. Hal tersebut mewakili pernyataan yang tulus dan spontan dari suatu karya seni. Demikian pula simbol pada bunga kantil yang mengadung filosofi sungguh-sungguh di lingkungan yang suka cita. Motif bunga kantil di pilih karena merupakan ciri khas batik Probolinggo.
Sumber: Jawa Pos Minggu 15 Mei 2017

