https://www.harianbhirawa.co.id/lestarikan-batik-pesisir-hingga-go-international/

Surabaya, Bhirawa
Enrico S.Sn., M.Ds., Dosen Program Studi Fashion Product Design Universitas Ciputra (UC) Surabaya, yang sudah jatuh cinta dengan budaya peranakan atau pesisir. Karena ketertarikannya dengan budaya ini, Enrico terdorong untuk melakukan penelitian untuk melestasikan budaya tersebut.

Dalam kurun waktu lima bulan Enrico melakukan menelitian tentang seluk beluk localism wastra nusantara dalam Batik Pesisir.
“Budaya Indonesia sangat banyak. Bagus dan punya keunikan tersendiri. Saya ingin batik pesisir ini juga digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda,” terang Enrico.
Menurutnya, generasi muda nantinya akan jadi ujung tombak pelestarian budaya. Jika ditinggalkan maka budaya yang indah bisa hilang dimakan waktu.
Dalam karya busananya, Enrico memberikan sentuhan kontemporer pada desain batik menjadi motif besar. Pemilihan warna juga dipilih lebih terang. Selain itu, model baju yang didesain juga menyesuaikan jaman sehingga bisa masuk untuk market sekarang.

“Ide desain saya buat. Untuk pengerjaan batiknya saya ajak para pengerajin batik tulis di daerah Lumajang dan Probolinggo. Ada 2 pengerajin yang terpilih dari 20 pengerajin yang ikut seleksi. Motif khas batik pesisir saya buat dengan ukuran yang lebih besar dan saya imbuhkan sentuhan kekinian dalam bentuk maupun ukuran,” jelas Enrico.

Ia menyebut, penggunaan warna pink, hijau muda, ungu dengan konsep vivid reminiscence dipilih untuk membuat karya lebih berwarna.
“Jadi saya konsepkan batik budaya pesisir yang lebih berwarna,” imbuhnya.
Enrico menjelaskan hasil penelitian motif budaya pesisir konpemporer kemudian di desain menjadi baju model Deluxe sebanyak 8 look. Karya ini dipamerkan pada ajang Soerabaia Fashion Trend 2023 bersama desainer Indonesia Fashion Chamber Surabaya.
“Model baju dan desain batik dengan sentuhan kontemporer ini berhasil mencuri pasar Internasional. Warna yang terkesan glamour dan elegant ini sangat menarik. Beberapa baju sudah kami kirim ke Taiwan,” tambah dia.
Enrico berharap dengan adanya sentuhan kontemporer, budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tetap bisa memenangkan hati tiap generasi tanpa harus kehilangan nilai budaya. Hal ini juga ditujukan untuk mengangkat para pengerajin batik untuk bisa terus berkarya dan meningkatkan pendapatannya. [ina]