Cetak Kertas Scrapbook.Surya.19 Agustus 2014.Hal.6

 

LISA ROSALINA DAN POPYCA

CETAK KERTAS SCRAPBOOK

 

Scrapbook mulai disuka beberapa kalangan. Bukan hanya yang menyukai karya jadi, banyak juga yang gemar merangkai sendiri. Lisa Rosalina merintis usaha jasa pembuatan scrapbook hingga penyedia kertas scrapbook.

SETELAH dua tahun merintis, Lisa dan rekannya Nadhiar Irma Suryani mulai mengenalkan produk kertas scrapbook buatan mereka sendiri tapi tetap melayani pemesanan pembuatan scrapbook dalam wadah usaha bernama Popyca.

Operasional Popyca dimulai Desember 2012. Kala itu, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) ini bekerjasama dengan beberapa rekannya. “Saya hobi nempel-nempel kertas sejak kecil, lalu dikasih cerita, dikasih hiasan,” ujar Lisa tentang alasannya membuat usaha scrapbook kepada Surya.

Selain suka, Lisa melihat kerajinan yang satu ini tengah menjamur. Banyak pengusaha scrapbook online bermunculan. Karya awal dijajakan kepada teman-teman kampusnya. Berikutnya, dengan memanfaatkan Facebook, Instagrani dan BB.

Produk scrapbook Popyca sering diikutkan dalam pameran. “Selama ini, penjualan terbanyak ketika pameran. Kami rnenyediakan produk jadi, yang bisa dibeli langsung,” tutur Lisa.

Produk Popyca cukup beragam. Mulai scrapbook dalam pigura, album hingga plakat untuk suvenir. Scrapbook ukuran 10cm X 10 cm ditawarkan Rp 62.000.

Lisa terus berusaha mengembangkan usaha. Dia merangkul tenaga tambahan ketikii beberapa rekan seperjuangan di kelompok awal memilih meninggalkan usaha ini. Salah satunya, bekerjasama dengan seorang rekan membangun Website dan blog tersendiri.

Masih Import

Lisa dan Nadhiar serius bekerja mulai 2013. Selama ini, produk kertas scrapbook masih impor dari AS dan Tiongkok. “Kami membeli di toko tertentu. Kalau lama-lama bahan kertasnya terasa mahal, kami berniat membuat kertas sendiri,” papar Lisa.

Sekitar juli 2013, keduanya mencoba membuat kertas sendiri. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sempat mengalami hasil cetakan yang tidak sesuai harapan. Untuk membuat kertas scrapbook, desain harus sesuai dengan kertasnya. “Kami cari-cari desain dan posisinya yang pas. Kertas juga harus sesuai supaya desainnya bisa ‘keluar;,” tukas Dhiar.

Setelah beberapa kali eksperimen, keduanya akhirnya berhasil mendapatkan formula kertas scrapbook yang pas. Hanya saja, kertasnya impor karena kualitas buatan lokal yang bagus sulit didapat.

Menurut Lisa, ada yang baik tapi saat dicetak ukurannya tidak sesuai. “Kami menggunakan standar ukuran kertas scrapbook intemasional, 30,5 cm karena kami ingin ikut pameran crafting di terangnya.

Kini, Popyca telah memiliki produk kertas scrapbook dengan dua tema, The Vintage Morning Coffee dan The Bird Letter. Dua tema ini punya nuansa pop dan klasik. Vintage juga memiliki warna-warna cerah sehingga kesannya ‘remaja tapi bukan ABG’.

Produk kertas scrapbook dijual dalam satuan per pak. Satu pak berisi 12 desain berbeda. Harga per pak Rp 75.000-an. Harga ini dinilai murah. Popyca menyasar pengusaha scrapbook muda yang sekarang menjamur. (dyan rekohadi)

Sumber : Surya, 19 Agustus 2014 | Hal 6