Surabaya – Bermain game di komputer sudah biasa dilakukan empat orang ini. Karena itu, Bagus Setiadi, Aryadi Perwira Subagio, Teddy Atom, dan Dion Ahita memilih bermain board game.
Itu adalah permainan yang dilengkapi papan tempat bergeraknya bidak/pion, kartu yang diskesta sendiri. Jadi, mereka membuat kartu yang disketsa sendiri. Untuk menyelesaikan game tersebut, panitia memberikan waktu 48 jam. “Nanti bermainnya seperti kita main kartu remi,” kata Bagus.
Mereka adalah peserta Global Game Surabaya. Acara itu diselenggarakan Gerakan Game Developer Arek Suroboyo bersama Universitas Ciputra kemarin (25/1). Sebanyak 63 peserta bisa menciptakan game yang menarik, inovatif, serta sesuai dengan tema.
Ketua Panitia Acara Eka Pramudita mengatakan tema kali ini adalah What Do We DO Now. Maksudnya, para peserta bisa membuat game sesuai keinginan imajinasi mereka. “Ada tiga kategori. Yakni, 2D, 3D, dan board game,” ucapnya.
Global Game berlangsung selama empat hari. Peserta dibagi menjadi empat orang per kelompok dan secara acak. “Acara ini kali kedua di adakan di Surabaya,” kata Eka. Tahun ini Universitas Ciputra menjadi tempat berlangsungnya acara.
Pada akhir acara, para peserta mempresentasikan hasil karya mereka. Lantas, memberikan kesempatan kepada peserta lain untuk mencoba karyanya. Game itu bebas diakses secara umum. Para penggemar game bisa mencoba permainan Global Game melalui situs www.globalgamejam.org.
Sumber : Jawa Pos. 26 Januari 2015. Hal. 30.

