Sumber Berita:https://www.harianbhirawa.co.id/lukisan-ampas-kopi-dan-instalasi-keluarga-kudus-sambut-natal-dan-pesta-demokrasi-uc/
Surabaya, Bhirawa
Peringatan natal di Universitas Ciputra (UC) sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengusung pesan ‘Damai dan Persatuan’ perayaan natal, Visual Desain Communication (VCD) UC suguhkan dua karya menarik untuk menyambut pesta demokrasi pemilu.
Ini terlihat karya kolaborasi mahasiswa dan alumni yang tergabung dalam Center of Sustainability (COS) yaitu instalasi keluarga kudus lengkap dengan pohon natal. Di mana, bahan digunakan 100 persen dari kain perca denim.
Di samping itu, dalam menyambut pesta demokrasi yang kurang dari 2 bulan lagi, UC juga mengisi peringatan Natal dengan menampilkan lukisan beragam budaya dan persatuan antar suku yang terdapat di Indonesia dengan menggunakan bahan utama ampas kopi.
Kepala Program Studi Visual Communication Design (VCD), Christian Anggrianto, Ph.D, menjelaskan pesta demokrasi ini tentu hal menarik bagi pemilih pertama, yaitu Gen Z. Apalagi dari total 6.000 mahasiswa yang dimiliki UC, sebanyak 3000 sekian mahasiswa berpeluang menjadi pemilih pemula pada Februari 2024 mendatang.
“Maraknya kampanye sudah terasa dengan banyaknya baliho-baliho yang menghiasi sepanjang jalan di Surabaya. Bahkan di sosmed sudah marak konten-konten para pendukung capres dan cawapres yang acap kita jumpai saling berkomentar miring terhadap para paslon. Nah ini yang perlu kita sikapi. “Jangan sampai Gen Z ini menjadi apatis karena ulah orang-orang pembuat konten itu,” ujar Christian.
Lebih lanjut, ia memaparkan dalam karya pesan Damai ini, pihaknya ingin menyampaikan keberagaman itu kaya, dan berbeda akan menghidupkan demokrasi. Karenanya, pentingnya bagi semua pihak mengedepankan toleransi yang membawa dampak damai walaupun ada perbedaan.
“Seluruh Masyarakat Indonesia khususnya Gen Z sebagai pemilih pemula ini perlu diingatkan bahwa perbedaan itu pasti ada, sehingga mampu menyikapi perbedaan ini dengan baik dan tetap saling menghormati,” terang Christian,” terang dia.
Pesan Damai sambut pesta demokrasi ini, tambah Christian juga identik dengan Natal. Dari pesan ini, pihaknya mengkhususkan untuk mengajak Gen Z tetap ingat akan tolerasi yang tentunya untuk membawa damai dalam perbedaan di Pesta Demokrasi mendatang.
Wujud pesan Damai itu, terlihat daei lukisan yang dilakukan dosen VCD UC sekaligus pelukis Putu Wardhani yang mengajak mahasiswanya (Gen Z) untuk melukis bersama-sama dalam 1 kanvas besar. Kegiatan ini merupakan campaign tolerasi dan pesan damai.
“Saya menggunakan ampas kopi untuk melukis. Satu kanvas yang sudah saya buat sketsa lukisan dilukis bersama oleh 8-10 orang mahasiswa. Kebersamaan dan kerjasama akan terjalin dengan sendirinya. Dalam salah satu sketsa akan tampak keberagaman suku yang bersama-sama dengan harmonis,” ujar Putu.
Terkait instalasi Keluarga Kudus yang dibuat oleh Elisabet Stefanny Witjahjo, Tabita Citra dan Alma Utami Tim kreatif ini dibuat dari barang-barang limbah denim dan almamater UC yang tak terpakai.
Ketua tim yang juga alumni Elisabet menjelaskan karya ini hasil dari kolaborasi dan perbedaan timnya yang juga belatar dari agama yang berbega namun bisa menghasilkan karya yang filosofis dan estetik.
“Di tim kita ada 3 orang yang buat, yang satunya muslim, ini hasil dari perbedaan pendapat, perbedaan agama dan kami rangkum dalam karya ini kelurga kudus ini. Kami juga menggunakan bahan denim yang sulit terurai sebagai bahan utama pembuatan instalasi ini,” jelasnya. [ina.why]

