SURABAYA – Sebanyak 12 lukisan karya seniman kawakan Suratno dipajang di lobi Hotel Novotel Samator kemarin (19/3). Lukisan-lukisan seri monokrom tersebut memberikan warna tersendiri untuk ruangan bergaya minimalis itu. Beberapa pengunjung terpesona melihat lukisan tersebut.

Salah satunya Alessandro Migliore. Pria asal Italia itu menyatakan tertarik dengan lukisan yang menyuguhkan panorama delapan kuda, tetapi dengan daya lukisan yang ekspresionis. Bahkan, dia menghitung kaki-kai kuda tersebut secara perlahan. “Biasanya gambar kuda di lukisan realis. Delapan kuda warna cokelat berlari bersama. Menarik ini,” ujar Alessandro dalam bahasa Inggris.

Menurut dia daya lukisan seri monokrom seperti karya Suratno tersebut pas jika ditempatkan di ruangan bergaya modern minimalis. Pendapatnya langsung diamini Abidin Ezra, pemilik Goedang Loekisan, galeri yang menaungi Suratno.

Menurut Abidin, salah satu kelebihan seri monokrom yang dikeluarkan Suratno adalah ide segar yang terbarukan. Bagaimana menyajikan simbol-simbol lukisan klasik seperti sekelompok kuda, ikan koi, burung, sampai panen raya dengan gaya yang lebih modern.

“Beberapa caranya memang dengan mengubah teknik pewarnaan menjadi monokrom. Main gradasi warna hitam, putih, dan abu-abu,” kata Abidin. Cara lainnya adalah menggeser teknik melukis dari aliran realism eke ekspresionis.

Slah satu yang berhasil memikat perhatian adalah lukisan berjudul Delapan Kuda yang berukuran 2 x 1,5 meter. Bentuk kuda dibuat bertumpuk dan kabur satu sama lain. (cia/c15/tia)

 

Sumber: Jawa-Pos-Metropolis.20-Maret-2018.Hal_.32