Lulusan Psikologi yang Sukses di Dunia Marketing. Kompas. 2 Maret 2015.Hal.34

IMELDA EVY SOFIAWATI

MARKETING MANAGER ROYAL RESIDENCE

Inspirasi

“Jika merasa jenuh bekerja, tepikan rasa tersebut dengan cara Anda sendiri yang bisa membawa semangat bekerja kembali.”

Dunia marketing merupakan salah satu bidang pekerjaan yang sangat kompleks. Banyak suka dan dukanya. Namun, terkadang lebih banyak sukanya. Hal ini karena di dunia marketing, seorang bisa berinteraksi dengan banyak orang. Hal tersebut pula yang dirasakan oleh Imelda Evy Sofiawati, ibu tiga anak yang kini menjabat sebagai Marketing Manager Royal Residence.

Imelda memulai kiprahnya di dunia marketing sejak 1996. Sebagai pendatang baru di bidang tersebut, alumnus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) ini hadir tanpa pengalaman marketing. Bahkan, saat mengawali kariernya, Imelda mengaku melamar di bagian administrasi. Namun, SDM mengarahkannya ke bagian marketing sehingga bisa dibilang ia masuk ke dalam bidang yang digelutinya sekarang bukanlah terjadi karena disengaja.

Perempuan kelahiran Surabaya, 24 April 1970 ini sebenarnya sempat memiliki cita-cita menjadi psikolog. Hal tersebut sudah didukung dengan pilihan jurusan kuliahnya yang jatuh pada psikolog. Namun,perjalanan karier yang ia tempuh justru mengantarkannya menjadi seorang marketing. Menyesal? Imelda mengaku tidak menyesal sama sekali atau merasa kecewa karena mimpinya tidak terwujud, karena sebenarnya ilmu psikologinya pun sangat berguna di dunia marketing pun sangat berguna di dunia marketingnya, terutama saat menghadapi user atau customer.

Jadi, siapa pun yang saat ini bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmunya jangan berkecil hati. Hal ini karena kita tidak pernah tahu dimana “jalan” kita sebenarnya. Namun, menurut Imelda, ada beberapa hal yang perlu untuk digarisbawahi sebagai model utama sebelum melangkah lebih jauh, seperti tanamkan ketekunan, jalani, dan rasakan dulu pekerjaan tersebut jangan sia-siakan kesempatan, jangan mudah mengeluh, dan yakinlah bahwa Tuhan akan menghargai setiap usaha.

Bagi anda yang sudah mantab memiliki pekerjaan, tetap jalani dengan sungguh-sungguh. Bosan dan jenuh adalah hal wajar yang bisa teradi pada siapa pun, termasuk Imelda. Namun, ia memiliki cara tersendiri saat menghadapi rasa jenuh tersebut yakni bersyukur dalam pekerjaan. Hal ini karena di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan, selain harus ingat keluarga.

“Bagi saya, keluarga adalah sumber kekuatan,” ungkap Imelda. Jika merasa jenuh bekerja, tepikan rasa tersebut dengan cara Anda sendiri yang bisa membawa semangat bekerja kembali.

Sumber : Kompas, 2 Maret 2015, hlmn 34