Sumber: https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/435440/mahasiswa-arsitektur-uc-surabaya-dampingi-tuna-netra-untuk-mencoba-naik-bus-dan-kereta-api

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Disabilitas netra adalah anggota masyarakat yang paling rentan, karena mata adalah jendela dunia, dan hampir semua keadaan di sekitar kita dilakukan dan dinilai menggunakan mata. Keadaan ini menjadi cukup sulit bagi difabilitas netra yang tinggal di negara berkembang seperti di Indonesia, yang belum memiliki fasilitas publik memadai bagi mereka.

Hal ini menyebabkan mereka sulit berkegiatan secara mandiri dan tidak secara mudah memiliki kemampuan berkegiatan sehari-hari, selain belajar secara teoretis di sekolah. Indonesia semestinya sungguh-sungguh memikirkan penyediaan fasilitas publik yang ramah difabilitas netra.

Pada semester gasal 2022/2023, Program Studi Arsitektur menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dan pengenalan rekan buta keliling kota naik bus dan kereta api. Projek ini diikuti oleh 11 mahasiswa Arsitektur yang diseleksi dari mahasiswa angkatan 2020 dan 2021.

Selain bertujuan pendampingan yang dibalut dalam pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan membangun empati mahasiwa terhadap sesama, sekaligus mendalami kebutuhan desain Arsitektur dan Interior yang mengakomodasi kebutuan pengguna dengan difabilitas netra. Desain yang mengakomodasi komunitas minor ini penting, karena menurut data UNDP, Indonesia adalah negara dengan populasi buta terbesar ke dua di dunia setelah India, dan menurut BPS, Jawa Timur adalah propinsi dengan populasi buta terbanyak ke dua di Indonesia setelah Jawa Barat.

Program abdimas ini dikoordinatori oleh Prof. Christina Eviutami Mediastika, Ph.D. dan Lya Anggraeni, Ph.D. serta dilaksanakan secara bertahap meliputi: dua kali kuliah pembekalan bagi mahasiswa peserta terkait kaum difabel dan desain untuk kaum difabel serta difabel netra dan cara pendampingannya.

Dilanjutkan latihan pendampingan difabel di YPAB, baru kemudian pendampingan riil naik Bus Trans Semanggi Suroboyo rute Kejawan Putih Tambak – Lidah Wetan pp dan Kereta Api rute Gubeng – Sidoarjo (Gedangan) pp.

Diantara perjalanan tersebut, para siswa buta juga diajak makan di restoran fastfood, sambil mengenalkan cara pesan dan komunikasi dengan pengelola restoran. Kegiatan naik bus diselenggarakan pada 5 November dan naik kereta api akan diselenggarakan pada 19 November 2022. (*)