TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Dinyatakan lolos dalam program Program Wirausaha Merdeka dari dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Muhdi Anshori Hakiki, Mahasiswa semester 7 Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan (Unisla) langsung tancap gas mengikuti berbagai kegiatan di Universitas Ciputra Surabaya.
Menurutnya, Universitas Ciputra Surabaya merupakan satu dari 17 kampus yang ditunjuk oleh kemendikbudristek untuk melaksanakan program Wirausaha Merdeka.
“salah satunya syaratnya kampus tersebut harus memiliki inkubator bisnis yang aktif”, jelas Muhdi ketika menceritakan pengalaman magangnya di ruang Auditorium gedung A Unisla, (kamis, 05/01/2023).

Menurutnya, Program Wirausaha Merdeka adalah sebuah program untuk membangun ekosistem bisnis. Mulai dari tidak ada ide, kemudian sebuah ide muncul, hingga sebuah produk diluncurkan dalam sebuah bazar yang dilaksanakan di Ciputra mall.
“tidak seperti program MBKM yang lain, yang dinilai dari calon peserta program ini adalah proposalnya. Dalam proposal itu akan dinilai, sejauh mana mahasiswa tertarik dengan dunia wirausaha”,jelas Muhdi.
Pasca lolos seleksi, lanjutnya, peserta program diminta untuk membuat portofolio diri yang berisi tentang pengalaman berwirausaha, organisasi dan lain sebagainya.

“ Serta menggali potensi-potensi diri dan potensi daerah. Setelah itu potensi-potensi itu diuapayakan “dibungkus” untuk menjadi sebuah usaha”, ungkap Muhdi.
Ketika ditanya pengalaman yang berkesan, ia menjelaskan, bahwa di Universitas Ciputra segala bentuk usaha yang dibawa oleh mahasiswa pasti mendapatkan apresiasi.
“Saya sendiri membawa dan mempresentasikan wingko. Mereka tetap menghargai”, pungkas Muhdi.

