Klik Berita : 

https://mili.id/baca-4684-mahasiswa-uc-surabaya-ajak-warga-bungurasih-sulap-limbah-jadi-berkah

Surabaya – Sebanyak 15 mahasiswa ilmu komunikasi dan mahasiswa fashion product design Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar program Sandang Terpandang di Balai Desa Bungurasih, Waru Sidoarjo, Sabtu (21/10/2025). Program penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan tersebut berhasil mendapatkan pendanaan dari DIKTI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bungurasih, Eko Yulianto, dan perwakilan Universitas Ciputra Surabaya diantaranya Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan, Prof. Jenny Lukito Setiawan; Kepala Biro Kemahasiswaan, Novi Rosita dan Pembina Kemahasiswaan Ciawita Lautama dan Louisa Hartanto.

Mahasiswa ilmu komunikasi dan mahasiswa fashion product design Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar program Sandang Terpandang di Balai Desa Bungurasih, Waru Sidoarjo.(Foto: Humas UC Surabaya for Mili.id)

Ketua Program Sandang Terpandang, Fiorella menjelaskan bahwa program ini memberikan suatu kesempatan yang besar untuk bisa berkontribusi bagi warga Bungurasih.

“Saya bangga bisa membuat ibu-ibu jadi bisa menjahit dan menjual baju hewan. Semoga Bungurasih Handmade bisa berlanjut dan menjadi salah satu pendapatan bagi masyarakat,” ujar Fiorella.

Fio juga mengatakan dengan menjalankan program kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirinya merasa sangat bangga karena ilmu yang diperolehnya bisa bermafaat pada masyarakat luas.

“Selain itu kami juga bisa belajar menerapkan ilmu langsung di lapangan,” imbuh Fio.

Sementara itu salah satu penjahit asal Desa Bungurasih, Yansih mengaku sangat senang dan bersyukur dengan kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa Universirtas Ciputra Surabaya. Menurutnya selain mendapatkan ilmu, saat ini dirinya bisa menikmati berkahnya atau penghasilan tambahan.

“Kami sangat berterima kasih dengan sangat sabar dan telaten dalam mendampingi selama pelatihan. Saya salut karena mahasiswa benar-benar membimbing dari awal pelatihan dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi kami,” kata Yansih.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Jony E. Yulianto mengatakan kegiatan tersebut melatihan 10 orang penjahit asal desa setempat untuk bisa menyulap limbah kain menjadi proiduk inivarif yakni pakaian hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

“Pendampingan itu telah berjalan selama 4 bulan, kemudian juga telah memasarkannya di bazaar-bazaar yang ada di Galaxy Mall alhasil sebanyak 130 produk inovatif tersebut laris terjual sehingga hasil penjualan bisa dibagi dengan ibu-ibu penjahit,” imbuhnya.

Lebih lanjut Jony memaparkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi Desa Bungurasih sebagai desa kreatif melalui brand Bungurasih Handmade.

“Sebelum menjalankan kegiatan itu para mahasiswa melakukan survey untuk menggali potensi desa tersebut dan ternyata sebagaian besar para ibu-ibu di sana pintar menjahit. Kemudian kelompok mahasiswa menyusun program tersebut dan berhasil menjalankan hingga menghasilkan produk inovatif berbahan limbah yang bernilai ekonomis tinggi,” paparnya.

Selain itu kegiatan tersebut juga berhasil meningkatkan penghasilan warga dan membranding desa Bungurasih menjadi desa kreatif.

“Saya berharap kolaborasi dengan program inovatif seperti ini dapat dilakukan mahasiswa ke desa-desa lainnya,” pungkasnya.

 

Editor : Aris S