Mahasiswi UC Surabaya Ubah Tutup Botol Bekas Jadi Kacamata, Karyanya ‘Nangkring’ di NY Fashion Week
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Di tangan orang kreatif, berkreasi menggunakan bahan bekas tentu dapat menghasilkan karya bernilai seni tinggi.
Seperti yang dilakukan Ajeng Nurillah Wibowo, mahasiswi Fashion Design Bussines Universitas Ciputra (UC) Surabaya.
Ajeng manfaatkan tutup botol bekas untuk dijadikan item fashion.
Bukan tanpa alasan, bahan tutup botol dipilih oleh mahasiswa berusia 21 tahun ini karena memiliki tekstur kuat.
“Sebelumnya sudah pernah coba bahan lain seperti sedotan, gelas plastik, dan botol. Tapi bahan tersebut dapat menciptakan rongga udara saat diolah menjadi kacamata,” ungkapnya, Selasa (3/3/2020).
Ajeng menyebut, botol plastik menjadi bahan untuk menciptakan produk fashion ramah lingkungan yang jarang digunakan oleh masyarakat.
Dengan tagline ‘eye wear for every human problem’ inilah, Ajeng dihantarkan untuk pamerkan karya ke gelaran fashion Internasional, yaitu New York Fashion Week 2020.
“Ikut tema Sustainable Fashion and Local Cultural Riches, kacamata berbahan dasar tutup botol bekas berada di Fashion week di KJRI New York tanggal 12 Februari, kemudian di Couture New York fashion week-nya itu tanggal 14 Februari,” jelasnya.
Dalam pembuatannya, Ajeng membutuhkan waktu selama dua minggu untuk menghasilkan satu karya kacamata.
Mulai dari pengolahan bahan hingga tahap akhir berupa pemasangan kaca dan mur.
“Tahapan awal yaitu pengumpulan tutup botol bekas yang dikelompokkan berdasarkan warna. Selanjutnya memasuki tahap pembentukan menjadi filamen,” jelasnya.
Tahap pembentukan filamen dimulai dengan perebusan tutup botol untuk menghilangkan bakteri.
Setelahnya dioven dengan panas 180 derajat celcius selama lima menit agar tutup botol meleleh.
“Tutup botol yang sudah leleh kemudian di press hingga berbentuk datar dengan permukaan padat,” jelasnya.
Tambah Ajeng, filamen yang sudah terbentuk digambar pola gagang dan frame kacamata.
Barulah masuk tahap pemotongan dan penghalusan untuk selanjutnya dipasang kaca dan mur.
Sukses membuat kacamata fashion ramah lingkungan, Ajeng mengaku akan mengembangkan produk kacamata bagi para penderita minus.
Sumber : https:/jatim.tribunnews.com | 5 Maret 2020

