https://jatim.tribunnews.com/2019/07/29/mahasiswa-universitas-ciputra-wujudkan-pelestarian-budaya-panji-dalam-fashion-kekinian

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan acara Inkubasi Panji Milenial, Senin (29/7/2019).

Acara ini digelar di Universitas Ciputra Surabaya. Berbagai kegiatan dilaksanakan.

Mulai seminar hingga fashion show busana dengan paduan tradisional dari mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya.

Soelistyowati S Pd, M Pd, pengajar Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra Surabaya mengatakan, busana dalam fashion show ini merupakan karya dari mahasiswa angkatan 2013 dan 2014.

Zefanya Audrey, mahasiswa Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra Surabaya diceritakannya membuat busana pesta bertema hitam putih.

Dalam busana tersebut, terdapat sejumlah unsur bertema tokoh pewayangan, antara lain Semar, Bagong dan Petruk.

Sementara itu, Theresia Oktavia Eka Surya juga menjadikan beberapa tokoh wayang dalam detail busana ready to wear rancangannya.

Namun, berdasarkan survey, Theresia memodifikasi tokoh pewayangan dalam bentuk pop art untuk mendekati milenial.

I Dewa Gde Satrya, Kepala Program Pendidikan Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya menyebut aspek ini sebagai satu cara mendekatkan Budaya Panji ke kalangam milenial.
Dewa juga merupakan salah satu keynote speaker dalam Workshop Inkubasi Panji Milenial.

Melihat banyaknya generasi milenial yang tidak lagi mengenal cerita Panji, harus ada cara terstruktur yang disesuaikan dengan selera milenial untuk dapat mengenalkan kembali cerita Panji.

Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan konsep attention, interest, desire, dan action yang disingkat AIDA.

“Goalsnya ada pada action, singkatnya milenial Indonesia diharapkan lebih berpihak pada kebudayaannya sendiri ditengah maraknya budaya dari negara lain yang masuk ke sini,” ujar Dewa.

Produk fashion, disebutnya menjadi produk kontemporer yang mudah menarik perhatian generasi milenial terhadap kebudayaan Indonesia, yaitu Budaya Panji.

Dewa menilai, anak-anak muda harus mengenal budaya panji karena bisa menjadi satu cara untuk bersaing dengan negara di luar Indonesia.

Dewa mencontohka, negara-negara di Asia Tenggara telah menjadikan budaya sebagai senjatanya untuk berkembang.

Salah satunya yang sedang booming saat ini, industri Korea.