Di masa pandemi Covid 19, banyak orang yang memilih aktivitas di luar rumah, apalagi jika banyak orang. Akibatnya, banyak kegiatan, termasuk yang bersifat rekreatif, sering kali dikalahkan.
WISNU DEWABRATA
Padahal, sebelum pandemi menerjang, kumpul-kumpul terutama di akhir pekan adalah hal yang selalu dinantikan. Acara ngopenga di kedai minum ngeteh kekinian, ataupun berpetualang kuliner di restoran dan rumah makan yang menunya tengah ngetop, adalah “ritual” khas masyarakat urban yang diporak- porandakan pandemi.
Di tengah kejenuhan di rumah kala pandemi, kehadiran suatu tempat yang bisa merawat kerinduan pada suasana luar rumah sambil menyeruput atau mengudap sesuatu tetaplah dinanti.
Hal yang ditawarkan Kafe Organik Lewi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Penataan lokasi dan format penyajiannya membuat tempat ini bisa jadi pelarian organisasi. Dengan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, di lokasi kafe ini ada banyak area untuk duduk di tempat terbuka dinaungi rerindangan pohon-pohon besar.
Aneka tanaman hias dalam pot beragam ukuran tampak memenuhi hampir semua sudut area terbuka kafe. Ada pula yang tumbuh merambat dan menjalar di dinding-dinding basis pada pojok-pojok tertentu di area itu.
Walau matahari tengah bersinar terik seusai hujan sebentar, Kamis (28 // 2021), suasana gazebo besar di area dalam lokasi kafe tetap terasa sejuk. Lain semilir angin yang berembus, kadar oksigen pun terasa sangat dikenal di area duduk ratusan macam kegiatan cantik atau ngeteh tanaman hijau. kan napas, pemandangan mata.
Tak hanya terasa menyegarkan pengunjung pun ikut termanjakan. Selain rerimbunan hijau daun dan pepohonan, sejumlah karya ukiran etnis etnis Nusa Tenggara Timur marak menghiasi dinding, tiang. bahkan meja besar tempat makanan dan minuman dihidangkan.
Menurut Elsje Mansula, yang juga salah pemilik usaha bergerak ini, awalnya perusahaan mereka bidang ekspor hasil pertanian sejumlah komoditas tanaman pangan, terutama kopi. Mereka bekerja sama dengan banyak petani binaan di sejumlah daerah di Tanah Air, terutama dari kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk Pula Rote.
“Salah satu komoditas utama ekspornya berupa Lontar Nektar organik berbentuk gula cair. Kami mendirikan kafe ini termasuk untuk memperke- nalkan banyak hasil olahan komoditas dari daerah-daerah binaan kami, yang selama ini diekspor.
Produk Lontar Nektar khas Pulau Rote ini bahkan dari sejarahnya pernah disebut oleh Max Havelaar, yang bercerita kalau penduduk asli di numannya dan membuat saya reka kuat bekerja seharian, “ujar Elsje.
Bukan Penyedap Buatan
Sembari menikmati suasana kafe bisa menikmati aneka menu minuman dan makanan. Hidangan-hidangan sehat berbahan dasar organik Bukan penyedap buatan sejuk dan beragam karya keahlian dan seni, pengunjung pilihan menu, tetapi ada juga yang masuk kategori makanan.
Pilihan makanan sehat, yang diklaim sebagai makan bersih, di kafe ini cukup beramasak, Maria Kristiana Dewi, memaparkan kebiasaannya dalam menyontek. Terutama berupa pasir dan rujak dengan balutan ala mediteranian. Sang juru memasak tanpa penyedap bahan baku seperti pasta tosakan dan membuat sendiri mat dari bahan organik. dupadankan sejumlah cita rasa khas dari berbagai bahan.
Maria juga gemar mulai dari gurihnya keju feta berbahan susu domba khas Yunani, rasa masam dari yoghurt atau jeruk lemon, asinnya garam Himalaya, dan aroma bawang putíh.
Walau terasa saling bertabrakan, justru hal itu menjadikan salad atau hidangan yang lezat. Kelezatan unik seperti itu dapat dicicipi dalam pilihan menu Greek Chicken Salad sama menggunakan bumbu si- tein racikan Maria tercecap atau sandwich, yang sama- raman (dressing) berbahan utama yoghurt.
Untuk memaksimalkan kesehatan dalam hidang annya, Maria lebih memilih memanggang daging ayam yang dipotong dadu terlebih dahulu, kemudian dilumuri minyak zaitun, taburan garam.
“Dari kecil, saya terbiasa makan masakan nenek saya yang tidak pernah memakai bumbu penyebab, tetapi hanya Memakai badan merica. Tambahan alami. Jadi, tastenya bisa clean dan fresh. Sampai sekarang, saya juga merapkan itu, termasuk dengan membuat sendiri pasta tomat untuk menghindari memakai versi kalengan.
Saat dicicipi, salad dan pasir yang tadi memang terasa sangat orisinal. Cita rasa berawet, “ujar Maria. krim, gurih, dan sedikit asin dengan rasa masam segar dari yoghurt serta perasan jeruk lemon.
Tambah lagi sedikit Semua cita rasa unik itu dari keju feta berpadu padan aroma pedas khas paprika. terasa membaur dan menguatkan potongan daging ayam, yang terasa tebal dan memuaskan saat dikunyah. Potongan alpukat mentega yang pulen juga saus rasa rasa dua jenis hidangan itu. Semua kebutuhan gizi dan nutrisi pun terpenuhi dalam satu porsi.
Pada menu selanjutnya, Malia menawarkan kategori vegetarian lengkap, seperti Quinoa dan Vegetable Salad dengan Lemon Garlic Dressing serta Sandwich Panini dengan Grilled Vegetables. Di menu vegan pertama, terasa Maria piawai memainkan keahliannya memadupadankan beragam arom dan rasa dari bahan bumbu alami yang dia pakai. “Untuk saus dressinnya, saya pakai paduan air perasan lemon, minyakftun, dan bawang putih dengan sedikit taburan garam dan merlea.
Untuk memberi rasa manis, saya tambahkan kismis, dan sebaga penyegar, saya beri irisan timun dan tomat di olahan saladnya. Sebayai pemberi tekstur renyab aya menggu nakan kacang kenari, yang dasar menurunkan kolesterol jahat, “tuturnya.
Penggunaan bahan utama quinoa, menurut Maria, me mang bertujuan mengganti protein hewani. Quinoa adalah biji-bijian yang kaya kandungan protein tinggi dan sembilan asam amino esensial. Jenis serealia semu ini dikenal sebelumnya sebagai makanan pokok masyarakat Indian di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Bagi mereka yang ingin mencicipi alternatif cita lain, tempat ini menyediakan menu Nasi Se’i khas Rote. Irisan daging asap khasnya disajikan bersama sayur rumpu rampe dan sambal luat yang pedasnya khas. Daging se’i di kafe ini diolah orisinal, termasuk dengap diasapi menggu nakan daun kosambi.
“Yang bikin di sini asli orang Rote. Kami pakai semua resep dan cara asli di sini. Asal muasal Sei dari Rote dan bahan daging rusa, yang banyak hidup di salah satu pulau,” ujar Elsje.
Mari makan dan selalu sehat!
Sumber: Kompas.7 Februari 2021.Hal.13

