SURABAYA – Outfit tiga potong yang didominasi warna biru dan salem itu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Sebab, ada ornament tak lazim yang menempel pada bagian leher, lengan, dan saki busana rancangan Michella Yohanna Sancoko tersebut. Mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya itu menggunakan sisik ikan kakap yang sudah diolah sebagai detail yang mempercantik tampilan rancangannya.

Sebelum dipasang, Michella harus merendam sisik tersebut dengan cuka selama tujuh jam. Tujuannya, sisik tidak mudah patah ketika diaplikasikan di baju. “Selanjutnya diberi warna tekstil. Warna itu tidak luntur meskipun baju dicuci berkali-kali,” ucapnya ketika ditemui setelah fashion show di Ciputra World Sabtu malam (11/5).

Sisik-sisik ikan tersebut dipasang dengan menggunakan jahitan tangan. Warnanya dibikin matching dengan warna salem kain satin yang digunakan sebagai dalaman. Outer-nya berwarna navy. Atasan itu dipadukan dengan celana tiga perempat yang di bagian bawahnya terdapat ruffle. “Kenapa harus tiga per empat? Agar ada bagian kaki yang terlihat sehingga memberikan kesan kaki lebih ramping dan panjang,” papar perempuan asal Bali tersebut.

Selain Michella, ada tiga mahasiswa lain yang unjuk karya. Salah satunya, Jennifer Christy yang berkolaborasi dengan seniman bergaya abstrak Bayu Prastiya. Koleksi yang dipamerkan Jennifer berupa atasan dan rok. Masing-masing dihiasi sentuhan lukisan. Pada atasan lukisan terdapat di bagian dada kiri, sedangkan pada rok memenuhi bagian depan bawah.

“Koleksi saya itu memang di peruntukkan bagi orang-orang anti mainstream,” jelasnya.

Ada juga Ivy Melinda dan Nita Susianita yang sama-sama memadukan kain tradisional pada koleksinya. Ivy menggunakan kain tenun Sumba dengan motif rooster atau ayam jago yang melambangkan kejantanan pria. “Koleksi itu memang saya khususkan bagi laki-laki,” ucapnya. Atasan koleksi dia berbentuk kimono yang terinspirasi dari sohei monk warrior. Sementara itu, Nita menggunakan tenun songket Bali yang diaplikasikan pada outer yang memanjang. Lancip di bagian pundaknya. Motif songket itu bergambar merak dan teratai. Dia menghiasi outer yang berbentuk cape tersebut dengan koin kepeng. Dalamannya juga berupa gaun dengan bahu terbuka. “Gaun itu terinspirasi dari Dewi Saraswati,” paparnya. “Keempatnya merupakan karya dalam tugas akhir (TA) para mahasiswa jurusan Fashion Design and Business Universitas Ciputra,” ucap coordinator acara sekaligus dosen pembimbing mata kuliah fashion event Yoanita Tahalele. Selain empat kolkesi dari empat mahasiswa tersebut masih ada 23 koleksi busana dan 24 aksesori yang menjadi hasil TA mahasiswa. (ika/c22/any)