SURABAYA, Jawa Pos – Perkembangan industri hotel di Surabaya terasa pesat sejak 2015. Dalam data BPS, Surabaya memiliki 189 hotel pada 2015. Angka tersebut kemudian berkembang hingga 276 hotel pada 2019. Sebagai kota yang mengedepankan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), Surabaya memiliki banyakpilihan hotel yangberusaha memenuhi kebutuhan kunjungan bisnis.

“Jadi, lebih banyak penambahannya di golongan hotel bintang 3 atau 4,” papar Agoes Tinus Lis Indrianto, pemerhati dan pegiat industri wisata.  memenuhi kebutuhan kunjungan bisnis berupa adanya ruang rapat berbagai ukuran. Di sisi lain, hotel bintang 2 ke bawah biasanya memiliki fasilitas seperti itu.  Harga yang ditawarkan hotel bintang 3 dan 4 tentu juga lebih ramah kantong hotel bintang 5. membuat industri perhotelan merasakan penurunan yang signifikan.  Praktis, pembangunan hotel baru tak sepesat

Hotel-hotel tersebut sudah cukup Pandemi sejak sekitar Maret 2020 tentu tahun-tahun sebelumnya. “Beberapa hotel bahkan sudah memilih tutup sementara karena kondisi itu,” sambung pria yang kini digunakan sebagai dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra tersebut.

Meski begitu, Agoes menyebutkan bahwa sudah muncul optimisme di kalangan pengusaha bidang pariwisata.  “Ada hotel baru juga yang buka. Bahkan, hotel bintang 5 di Surabaya,” paparnya.  Salah satunya memang dibuka di kawasan Surabaya Barat.  Hal tersebut dianggap sebagai tindakan yang optimistis usaha menjaga asa di dunia pariwisata.

Apakah sesuai pandemi pembukaan hotel baru masih mungkin terjadi?  Agoes menyatakan, itu bahkan masuk kategori yanghotel dalamnaungangrup besar, jelas dengan lini bisnislainnya “papamya Namun secara umum, perkembangan industri hotelmasih punya masa depan. Hal tersebut didukung dengan kebutuhan menopang perjalanan bisnis maupun wisata perkotaan apakah seusai pandemi pembukaan hotel wajar di dunia pariwisata.”  Memangkalau lebih mampu bertahan karena ditopang di Surabaya.  (dya / c12 / ady)

Sumber: Jawa Pos. 19 Maret 2021. Hal 15