Ziarah Sebelum Ujian Skripsi

25 Januari 2022. Hal. 42-43

Sebagai mahasiswa desain komunikasi visual, Masnuna punya banyak pilihan topik untuk diangkat menjadi tugas akhir. Namun, dia mengambil topik yang jarang diangkat teman-teman seangkatannya. Yakni, Gombloh. Ya, penyanyi Kebyar Kebyar yang legendaris itu. Untuk tokoh seniman besar Surabaya itu, Masnuna membuat buku biografi visual.

BUKU BIOGRAFI Gombloh yang pertama ditulis oleh Muhammad Siradj. Judulnya Blues untuk Kim. Tapi tak banyak yang tahu, ada satu lagi buku biografi tentang musisi yang meninggal pada 1988 tersebut. Penulisnya adalah Masnuna. Saat menyelesaikan buku itu pada 2009, dia masih berstatus sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Buku itu adalah hasil skripsi dia. Masnuna memang sengaja mengangkat Gombloh sebagai bahan tulisan. Karena dia terkesan dengan sosoknya. Buku karya Masnuna tersebut diberi judul Gombloh Pahlawan Seniman Surabaya. Sesuai formatnya, biografi visual, buku itu tak hanya berisi narasi tentang Gombloh. Tapi banyak gambar ilustrasi yang mendukung cerita.

Sejak kecil, perempuan yang kini menjadi dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) tersebut memang sangat mengidolakan Gombloh. Dia banyak mendengar lagu-lagu dari seniman kelahiran Jombang itu. Juga mengoleksi beberapa albumnya.

“Sebagai penghormatan atas sosok Gombloh, berikut rasa cintanya yang besar terhadap tanah air dan lingkungan, saya menulis skripsi tersebut,” ungkap dia.

Skripsi desain buku biografi visual Gombloh, menurut Masnuna, memiliki konsep utama. Yakni Gambaran Nada Tahun 80. Jika diterjemahkan, kata dia, konsep itu merupakan kumpulan gambar ilustrasi yang bercerita tentang riwayat hidup Gombloh sebagai seniman musik yang eksis pada era 1980.

Sosok Gombloh dia visualisasikan melalui sebuah gambar klasik dengan media cat air dan pensil warna. Kemudian gambaran nada untuk merepresentasikan Gombloh sebagai seniman musik divisualisasikan melalui gambar not.

Soal visualisasi konsep, buku karya Masnuna berisikan beberapa bab. Pertama, catatan penyusun. Dia menjuduli bab itu: Sa’ndulit tentang Gombloh. Berisi kata pengantar dan penjelasan singkat darinya tentang isi buku dan Gombloh. Kedua, Introduction. Berisi penjelasan singkat tentang isi buku dan tentang Gombloh.

Ketiga, Soedjar dari Jombang. Yakni penjelasan tentang silsilah dan latar belakang keluarga, tempat kelahiran, rumah, masa kanak-kanak, hingga perpindahan Gombloh beserta keluarganya dari Jombang ke Surabaya. Masa remaja, awal karier, hingga percintaan diceritakan dengan detail. “Bagian itu juga menceritakan style atau dandanan Gombloh. Serta makna dari nama Gombloh,” jelas perempuan 37 tahun tersebut.

Keempat, Cangkruk di kota Pahlawan. Bercerita tentang masa muda Gombloh dan awal mula kariernya sebagai seniman musik. Bab tersebut juga bercerita tentang sepak terjang Gombloh berikut rasa nasionalismenya. Kelima, Indonesia Nada Laguku. Berisi rangkaian makna dari lagu-lagu ciptaan Gombloh yang bertema nasionalis. Berikut penjelasan tentang genre musik yang diusung Gombloh, serta diskografi karya-karyanya.

Keenam, Terima Kasih Indonesia. Berisi tentang prestasi Gombloh dalam bermusik dan pengabdiannya terhadap seni dan budaya Indonesia. “Ada penjabaran tentang ragam penghargaan yang pernah didapat Gombloh. Baik selama menjadi penyanyi maupun setelah beliau meninggal. Ada foto-fotonya juga,” ungkap dia.

Bagian ketujuh, Gombloh Kembali Pulang. Dalam bab tersebut, Masnuna menulis tentang kondisi kesehatan Gombloh semasa hidup. Hingga ketika Gombloh meninggal. Sampai digelari sebagai Pahlawan Seniman Surabaya. Setelah itu, ada daftar pustaka dan Tutur Sang Sahabat. Yakni kenangan kawan-kawan serta tokoh seniman lain tentang Gombloh.

Sepuluh, Daftar Kata-kata sulit. Yakni, penjelasan tentang makna yang terdapat pada kalimat berbahasa Jawa atau Bahasa lain yang sulit dimengerti oleh pembaca. “Jadi menyerupai kamus. Ada keterangan artinya juga,” ungkap dia.

Semua bab dalam buku Gombloh Pahlawan Seniman Surabaya berisi lukisan cat air yang dibuat untuk menggambarkan segala tentang Gombloh. Dari masa kecil, hingga sukses sebagai musisi. Dilengkapi dengan foto-foto yang dia dapatkan dari Wiwiek Sugiharti, istri Gombloh.

“Saya bertamu ke rumah bu Wiwik untuk menggali informasi. Diberikan foto-fotonya dan langsung saya scan. Ada beberapa bagian yang mengelupas, namun justru terasa kesan klasiknya,” papar Masnuna.

Dalam buku, Masnuna mengonsep semuanya sesuai dengan gaya visual dekade 80-an. Dia menganalisis lirik-lirik Gombloh dalam konteks zamannya, serta pengaruhnya terhadap dunia musik Indonesia setelah Gombloh meninggal.

Sebagai penggemar Gombloh yang sedang menulis tentang Gombloh, Masnuna mengerjakan skripsi itu secara total. Selain berkunjung ke rumah istri Gombloh, dia juga mengunjungi kakak-kakak Gombloh. Yakni Anwar, Siti Achlifah, dan Askur. Untuk mengumpulkan informasi seputar masa kecil hingga masa remaja Gombloh.

Kemudian Masnuna juga mengunjungi studio rekaman Nirwana Record di daerah Pucang, Surabaya, label yang menaungi Gombloh. “Bertemu dengan pak Bob Djumara sebagai sound engineer dan beberapa kawan lain. Saya jadi mengerti bagaimana teknik produksi rekaman pada masa itu, serta kebiasaan Gombloh,” cerita dia.

Soal gaya bertutur, Masnuna menggunakan bahasa yang tidak terlalu terikat dalam kaidah bahasa Indonesia baku. “Tentu ada unsur bahasa Suroboyoan, sesuai kultur keseharian Gombloh,” ucap dia.

Skripsi desain buku tersebut diujikan sebagai syarat untuk mendapat gelar sarjana teknik, pada 11 Januari 2009. Sebelum sidang, dia menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Gombloh. “Skripsi saya mendapat nilai A. Berkat nilai tersebut, saya semakin mantap untuk meneruskan ke jenjang S2 di ISI Jogjakarta,” jelas Masnuna bangga.

Kini, sebagai dosen, dia kerap membagikan pengalaman menyusun buku tersebut kepada para mahasiswa dia. Agar mereka terinspirasi. Bahwa banyak figur seniman di Surabaya yang layak dibukukan. Khusus untuk Gombloh Pahlawan Seniman Surabaya, Masnuna berencana menerbitkannya. Baik dalam bentuk fisik maupun digital. Agar bisa dinikmati makin banyak orang. Terlebih fans sang seniman. (Retna Christa-Guruh Dimas)

Live draw hk
Live hk hari ini