Mata Tetap andalan Riasan. Jawa Pos.24 November 2014.Hal.40

Karakter Zombi untuk Film

SURABAYA – Asia punya beragam keindahan yang bisa ditelusuri. Mulai alam, budaya, higga masyarakatnya. Tidak hanya itu, keindahan tersebut juga terlihat pada wajah perempuannya yang cantik alami. Berkulit kuning langsat, halus, mulus, bermata indah, dan beralis tebal adalah trademark perempuan Asia.

Karena itu, wajar perempuan Asia tidak butuh banyak polesan. Make-up secukupnya serta fokus di mata, rona keindahan dari Benua Kuning tersebut langsung terpancar. Itulah yang menginspirasi Khomariyah dalam menciptakan make-up Asian Beauty. “Orang Asia itu wajahnya sudah perfect. Jadi, sedikit saja dipoles,” papar siswa artistic make-up LaSalle College International, Surabaya.

Ria, sapaan akrabnya, mengaku riasan Asia justru menantang meski berkesan mudah. Sebab, dia harus bisa menonjolkan kecantikan alami lewat bubuhan make-up minimalis. Menurut dia, hal dasar dalam ber-make-up adalah kenali karakter mata. “Kebetulan model ini punya mata besar dan indah. Jadi, tinggal dibentuk,” ungkapnya. Khomariyah pun memilih teknik smokey eye untuk menegaskan mata indah sang model.

Dia memilih biru dongker dan hitam untuk riasan sempurna. Dua warna itu dipadukan dengan trik gradasi warna. Bagian dalam berwarna terang, lalu diakhiri dengan warna hitam di ujung kelopak. “Jangan lupa dibaurkan dengan kuas supaya lebih natural,” katanya.

Ria juga membingkai garis bawah mata dengan menggunakan eyeliner hitam. Sebab, hitam bisa menyamarkan ukuran mata yang besar. Fokus mata pun beranjak ke bagian alis. Pembingkaian alis yang teapt dakuinya menjadi penentu kesempurnaan riasan. “Saya pakai tiga warna. Supaya hasilnya maksimal,” kata perempuan berhijab itu.

Rekan Khomariyah, Tifani, kemarin juga unjuk aksi dengan make-up karakter. “Kali ini saya pilih make-up zombi,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, Tifani bahkan menjuarai lomba kostum di salah satu mal di Surabaya.

Dengan mengandalkan make-up set serta tambahan beberapa bahan makanan, Tifani mulai merangkai gumpalan borok di wajah model. Lengkap dengan darah yang bercucuran keluar dari kulit. Menurut dia, keahlian itu pas untuk menunjang cinema make-up. “Maunya, gaya riasan ini dipakai untuk keperluan make-up film,” harap gadis yang baru setahun belajar di LaSalle itu. (bir/c6/dos)

 

INSPIRASI DRESS DARI GEDUNG

GAYA edgy dengan cutting tegas membuat karya Josephine Nyoman terlihat seperti gedung pencakar langit. Ya, perempuan berambut panjang itu memang menyukai gedung-gedung tinggi sejak lama. Bahkan, dia mengaku ingin masuk dunia arsitektur. Namun, orang tua tidak mengizinkan dan menyuruhnya fokus di dunia fashion.

Karena itu, busana ready-to-wear karyanya terinspirasi jagat arsitektur. Josephine mengatakan, cutting segi tiga bajunya menyerupai bentuk plafon pada gedung pusat perbelanjaan di Sydney, Westfield. “Aku juga mengaplikasikan garis lengkung pada bentuk katedral di bagian celana,” papar Josephine.

Meski begitu, dia tidak memaksakan kekakuan garis gedung pada karyanya. Alumnus University of Technology, Sydney, jurusan fashion and textiles itu mengatakan bahwa busana yang dirinya baut tetap eye-catching dan bisa digunakan sehari-hari.

Di antara 10 koleksi yang dipamerkan, banyak ragam busana yang bisa dikenakan pada cara formal maupun maupun informal. Aplikasinya pun fleksibel. Ada terusan cantik untuk pesta koktail, atasan, celana, rok kerja, maupun dress dengan potongan bahu yang memanjang. Tak hanya itu, perempuan yang hobi bermain piano itu juga menyediakan dress untuk perempuan yang ingin terlihat fashionable.

Menurut Josephine, pengerjaan karya itu cukup lancar. Mulai ide hingga finishing. Untuk sekali pembuatan, dibutuhkan waktu dua minggu. “Idenya cukup lama. Konsep desainnya memang terpikir sejak dulu. Jadi, pas pengaplikasian, tinggal dipadu padan,” tutur Josephine. (cik/c7/dos)

Sumber: Jawa Pos/24 November 2014/Hal 40