Melihat 71 Tahun Indonesia dari Buku Harian Seorang Wajib Militer Belanda. Kompas. 23 Agustus 2016. Hal 23

Melihat 71 Tahun Indonesia dari Buku Harian Seorang Wajib Militer Belanda

 

Fotografi terbukti selalu bisa merekam dengan kedalaman berdimensi luas, apalagi kalau dilakukan oleh pihak yang sungguh ingin membayangkan betapa menariknya melihat foto-foto tentang Indonesia dari alam sekitar kemerdekaan, dari sudut “orang luar”.

Dalam rangka peringatan 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini, sejak akhir pekan lalu sampai awal bulan depan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, dipamerkan foto-foto dalam tajuk “71 Tahun Bingkisan Revolusi”. Salah satu materi yang dipamerkan adalah foto-foto dari buku harian seorang tentara wajib militer Belanda bernama Charles van der Heijden.

Oscar Motuloh, kurator pameran ini yang membaca aneka koleksi foto dari Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda, menuturkan bahwa menarik sekali mengangkat buku harian Charles ini.

“Charles ini bukan tentang murni. Dia adalah wajib militerm dan lebih tertarik dengan dunia jurnalistik. Dia cukup teliti mencatat, memotret, meminta foto dari rekannya. Buku hariannya sungguh dokumentasi sangat berharga tentang Indonesia pada akhir tahun ’40-an itu.” papar Oscar.

Seperti Anda lihat menyertai tulisan ini, sebagian foto-foto yang ada di buku harian Charles menampilkan realitas Jawa Timur pada tahun 1947-1950 semasa Charles berada di sana. Dalam sebuah foto, terpapar remaja pribumi yanag demikian kurus, sementara di foto lain tampak pula bagaimana Gunung Bromo sudah mengepulkn asap secara permanen sejak dulu.

Selembar buku hariannya [un dengan menarik menampilkan foto Masjid Sunan Ampel pada sekitar tahaun 1948 yang masih belum tertutup aneka bangunan seperti saat sekarang. Cara Charles mengatur foto-foto di antara tulisan di buku hariannya seakan dia sudah memahami apa itu photo book seperti yang dilakukan remaja sekarang.

Museum Bronbeek semakin membuka diri terhadap koleksinya di Perang Dunia Kedua, terutama dengan arsip-arsipnya dari tentara Belanda yang pernah bertugas di Indonesia.

“Masih banyak koleksi Bronbeek yang akan dibawa ke Indonesia untuk dipamerkan. Banyak sekali, dan itu koleksi yang luar biasa berharga,” kata Oscar.

Sumber : Kompas. 23 Agustus 2016.Hal 2