SURABAYA, Jawa Pos – Tantangan harus dilihat sebagai peluang. Bukan melulu dengan sesuatu yang berat. Hal itu dijelaskan Dr Astrid Kusumowidagdo ST MM dalam talk show online tentang industri kreatif kemarin (11/6). Dekan fakultas industri kreatif Universitas Ciputra itu menjelaskan, banyak hal tentang peluang-peluang yang bisa diambil di bidang kreatif. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Saat banyak berada di rumah karena pandemi, kebiasaan-kebiasaan baru terus bermunculan. Dari naiknya penggunaan internet hingga apa pun yang dikerjakan secara digital. “Nah, kalau dilihat. Justru ini jadi potensi pasar yang baik,” terangnya dalam Instagram live di akun Universitas Ciputra itu.

Saat bermain dengan dunia digital, otomatis yang dimanjakan terlebih dahulu adalah mata. Visual menjadi poin utama untuk menarik siapa pun yang tengah mengakses dunia digital tersebut. “Akhirnya para pekerja kreatif bisa menjadi salah satu yang diunggulkan,” jelasnya.

Mulai bidang grafis, fotogarfi, ilustrasi, hingga video. “Apalagi saat pandemi banyak juga kan UMKM yang terus bermunculan,” sambungnya. Bukan hanya itu. Bidang kreatif di bagian interior juga ternyata diuntungkan karena pandemi ini.

Banyak di rumah membuat banyak orang lebih memperhatikan setiap sudut rumahnya. Terlebih saat ruang kerja juga pindah ke rumah. “Titik-titik kosong di dalam rumah akhirnya dipenuhi dengan barang interior baru,” ujarnya.

Hal lain yang menguntungkan si pembeli, bagaimana keadaan yang sudah semakin canggih tanpa harus bertemu langsung. “Barang tinggal dikirim dan menunggu di rumah,” lanjutnya. Hal itu pun bisa mengurangi kontak langsung agar tidak terpapar Covid.

Dari sinilah Astrid kembali menerangkan bahwa tantangan akan pandemi bisa menjadi peluang yang besar. “Yang justru berat adalah bagaimana meyakinkan seseorang itu dengan apa yang kita tawarkan,” terangnya. Bukan mencari alasan karena keadaan. Tapi, berpikir kreatif dan melihat peluang menjadi kuncinya. (ama/c13/tia)

 

Sumber: Jawa Pos. 12 Juni 2021. Hal. 24.