Saat ini sekitar tiga miliar penduduk dunia memiliki akses internet sebagai gawai. Namun, hanya satu miliar penduduk menggunakan perangkat Android secara aktif. Jumlah ini naik dua kali lipat dari tahun ke tahun, mulai 80 juta pengguna meninggkat menjadi 200 juta dan naik lagi menjadi 500 juta. ( OLEH IDA SETYORINI ).
Indonesia masuk dalam 5 besar pengguna layanan internet dengan total 70 juta. Mayoritas dari mereka menjelajah internet lewat telepon pintar ketimbang komputer pribadi. Itu sebabnya, pengguna prangkat Android di Indonesia naik 150 persen pada tahun 2014.
Mereka yang memiliki koneksi internet melalui berbagai gawai leluasa mencari informasi apapun tanpa batasan waktu dan tempat. Bagi mereka, internet merupakan bagian dari hidup sehari-hari.
Mereka menggunakan koneksi internet tidak hanya mencari informasi untuk sekolah, kuliah, pekerjaan, tetapi juga mempelajari hal-hal yang tidak ada diruang formal. Bahkan, untuk menjalankan bisnis, baik menjual jasa maupun produk. Lalu lintas diinternet sama hebohnya dengan dunia sehari-hari. Bahkan, tak ada waktu malam di dunia internet karena took-toko daring tidak pernah tutup dan kita berinteraksi disitu kapanpun, dunia maya seperti selalu siang adanya.
Namun, empat miliar penduduk dunia dari total penduduk yang 7,125 miliar belum memiliki keistimewaan tersebut. Mereka tekendala harga perangkat telepon genggam yan mahal, prangkat lunak yang ketinggalan zaman, dan jaringan internet yang terbatas. Bahkan, sekitar 5 miliar penduduk dunia hanya dapat memanfaatkan kegunaan dasar sederhana telepon genggam, sebatas menelepon dan mengirim pesan singkat.
Perusahaan properti web teratas Google pun meluncurkan Android One, telepon pintar seharga 100 dollar AS ( setara dengan Rp 1,2 juta) yag memiliki kemampuan tinggi, seperti dapat mengakses satu juta aplikasi di Google Play termasuk mengirim pesan, panggilan video, bersosialisasi, memantau berita, ramalan cuaca, dan beragam aplikasi lainnya, seperti Gmail, Google Maps, Youtube, Google Terjemahan, dan Google Penelusuran.
AndroidOne yang mengoperasikan Android versi terbaru, yakni lollipop, juga mempunyai dua kartu, radio FM, slot kartu mikro SD untuk ekstra ruang penyimpanan. Selain itu telepon pintar ini memupunyai fitur penghemat baterai sehingga baterainya dapat digunakan hingga 90 menit, plus kamera depan dan belakang, Serta aneka keistimewaan lainnya.
Kemunculan Android One tak lepas Dari peran Caesar Sengupta (39), wakil presiden Google bidang manejemen Produk. Bersama timnya, Caesar membuat AndroidOne agar lebih banyak lagi pengguna internet di dunia .
Sebelum di Indonesia. AndroidOne telah dirilis di India, Banglades, Nepal, dan Sri langka. Setelah diindonesia, Android One diluncurkan di Filipina.
“Ketiaka saya sekolah di New Delhi, india, tak terbayangkan akan begitu mudah mendengarkan kuliah para pakat dari berbagai perguruan tinggi top dunia. Adanya internet memungkinkan semua orang dapat semua orang mengaksesnya melalui Youtube,” kata Caesar saat peluncuran AndroidOne di kantor Google Indonesia di Senayan,Jakarta, Rabu (4/2).
Internet bukan hanya diperlukan mereka yang berbisnis daring atau mahasiswa. Internet kini juga diperlakukan para petani. Di Inida, misalnya seorang petani berhasil menghemat waktu perjalanan hasil pertaniannya kepasar setelah memanfaatkan fasilitas Google Maps melalui AndroidOne. Menghemat waktu perjalanan berarti menghemat biaya oprasional.
Namun, Caesar tidak ingin dikenal sebagai pencipta AndroidOne. Dia menegaskan, karya tersebut buah pikir dan hasil kerja keras timnya di Mountain View, California, America Serikat.
KUALITAS TINGGI
Menurut Caesar masih banyak orang belum mampu membeli telepon pintar karena harganya relative mahal. Walaupun mereka akhirnya mampu membeli, gawai yang mereka dapatpun kualitasnya rendah.
“Mitra kami meminta segera memecahkan masalah ini, agar kami segera meriset produk yang lebih muraph, tetapi kualitasnya tinggi. Dari sini kami bergerak membuat perangkat lunak yang memungkinkan telepon pintar murahdan kualitansya sama atau lebih dari perangkat yang mahal sekalipun,” kata Caesar yang sebelumnya dikenal sebagai pencipta Chromebook.
Caesar menegaskan, tidak mewujudkan ide membuat gawai murah dengan kualitas bagus. Beruntung –
CAESAR SENGUPTA
- Usia : 39 tahun
- Pendidikan :
- Magister bidang riset Ilmu Komputer Standford University
- MBA, The Wharton School, University of Pennsylvania, 2004-2006
- Pengalaman Kerja :
- Ecentuate Inc
- Standard Chartered Bank
- Google Inc.
- Penghargaan : Christofer Stephenson Memorial Award untuk riset magister terbaik.
Dia bekerja di Google yang memiliki banyak ahli, Temasuk Sudhar Pichai (42), Wakil Presiden Senior Google yang membawahkan Android, Chrome, dan Google Apps secara global.
“Mereka memcahkan masalah ini dan setahun kemudian lahirlah AndroidOne,” Ujar Caesar merendah.
Pria yang mudah senyum ini sebelumnya pernah bekerja di Standard Chartered Bank selamaempat bulan. Kemudian dia melanjutkan studi MBA di The Wharton School, University of Pennsylvania, Agustus 2004-Juni 2006 dan sejak 2006 resmi bergabung di Google.
“Saya seorang nerd, he-he-he,” kata Caesar yang pernah pula ditempatkan diLondon dan Singapura.
Ketika disingapura inilah, Caesar bertemu dengan istrinya yang kini memberinya dua anak.
Lebih lanjut Caesar menuturkan, semula mereka hendak menggandeng produsen telepon genggam ternama karena mereka memiliki telepon pintar yang berkualitas. Akan tetapi, untuk membuat telepon pintar murah, produk mereka kurang tepat karena masih tetap mahal.
Untuk mengatasinya, Google menggandeng produsen lokal yang memproduksi telepon pintar murah. DiIndia, AndroOne dibuat perusahaan Micromax, Karbonn, dan Spice dengan harga sekitar 6.000 rupee (setara Rp 1,2 juta). Sementara di Indonesia, AndroidOne hasil produksi Nexia, Mito, dan Evercross. Google tidak menentukan harga untuk produk itu melainkan para mitra.
“Orang kini tak hanya ingin memiliki smartphone, mereka menuntut telepon pintar yang sangat responsif, hemat baterai, dan terintergrasi dengan semua perangkat ber-Android lainnya. Oramg enggan memakai telepon pintar yang layar sentuhan lambat,” kata Caesar.
Sebelum peluncuruan AndoridOne, Caesar beberapa kai datang ke Indonesia, terutama Jakarta, “kalau hanya Batam dan Bintan tidak dihitungnya, karena dekat sekali ke singapura,” selorohnya.
Sumber : KOMPAS, SELASA, 3 MARET 2015

