Oleh dr Silvia Lerick Dasilva

 

SELAMA masa pandemi Covid-19, siapa pun wajib mengenakan masker.  Terutama saat beraktivitas di ruang publik.  Apalagi untuk para tenaga kesehatan yang menggunakan masker dengan sifat proteksi lebih dan sangat ketat di wajah.

Namun sayang tidak jarang setelah beberapa saat mengenakan masker, baik masker kain, bedah masker ataupun masker N95, timbul beberapa keluhan di kulit wajah.

Ada juga yang mengalami iritasi, iritasi dan rasa gatal. Pilihannya cuma satu dan efeknya. Jangan lantas tak pakai masker,” kata dr Silvia Lerick Dasilva, dokter konsultan di Esther Darmo Permai Surabaya Eagaimana caranya supaya kulit wajah telap  sehat dan cantik sambil tetap men atuhi anjuran pemerintah untuk menggunakan masker?

Dokter Silvia menjelaskan bahwa ada banyak yang bisa dilakukan.  Melihat efek apa yang ditimbulkan.  Bila itu jerawat, biasanya disebabkan karena ketika menutupi wajah dengan masker, hal itu membuat kulit berada dalam kondisi lembab.

Juga dalam kondisi panas akibat napas yang terputus di dalam masker.  Mau tidak mau itu dapat membuat keringat dan minyak terkumpul di bawah masker.  “Lalu timbullah peradangan, kemerahan maupun jerawat,” jelasnya.

Cara mengatasinya dengan menggunakan pembersih yang bersifat lembut untuk membersihkan kulit wajah dengan jenis sabun wajah atau busa pembersih wajah yang cocok.

“Sementara menghindari scrub yang kasar atau bahan lain yang dapat menyebabkan iritasi. Gunakan krim jerawat yang cukup lembut seperti aneka krim jerawat yang dipunyai. Ini sekaligus dapat menutrisi kulit,” terangnya.

Atau bisa dengan menambahkan solusi untuk kulit seperti jenis moisturizer lotion atau face mist.  Itu digunakan sebelum mengenakan masker.  kemungkinan, jika memungkinkan dan dinilai aman, masker wajah untuk mendinginkan kulit.

Selain efek jerawat yang ditimbulkan dengan pemakaian masker adalah kulit kering, hilang dan mengelupas.  Beberapa orang mengalami iritasi pada kulit wajah setelah mengenakan masker untuk jangka waktu tertentu.

Hal ini bisa muncul dalam bentuk rasa gatal di kulit, kulit tampak kemerahan, bahkan bisa sampai mengelupas atau luka.  Tenaga kesehatan yang harus mengenakan masker N95 yang sangat ketat sampai mengalami luka di kulit wajah.

Iritasi akibat masker juga bisa disebabkan karena alergi pada bahan masker itu sendiri.  Usahakan pilih masker kain dari katun yang lembut dan digunakan secara berlapis untuk meningkatkan perlindungan.

Jika timbul reaksi alergi terhadap bahan-bahan masker yang cukup parah mungkin diperlukan anti iritasi yang dapat diberikan melalui konsultasi online.

Anjuran bermasker untuk kulit kering dan sensitif antara lain sebagai berikut.  Pertama, cuci muka dengan pembersih yang lembut setelah mengenakan masker, lalu gunakan serum dan pelembab untuk menghidrasi kulit.

Pilih serum dan flek yang mengandung ceramide, glycerin atau hyaluronic acid seperti jenis moisturizer cream, intensive day cream dan snail advanced cream.

“Untuk menghentikan penggunaan krim anti penuaan dengan bahan yang dapat membuat kulit merah atau mengelupas,” katanya menyarankan.

Yang juga harus dihindari dalam pemakaian masker adalah perubahan warna kulit dan adanya bekas jerawat.  Kulit yang sangat kering, berulang dan pemeliharaan masker yang terus menerus dapat menyebabkan kulit berubah menjadi lebih gelap.

Begitu juga jerawat yang sudah sembuh juga dapat meninggalkan noda yang berwarna gelap.  “Selain mencerahkan, tambahkan serum yang mencerahkan dan menghilangkan noda untuk mengatasinya seperti jenis-jenis produk serum berseri atau serum dark spot,” ujarnya.

Terakhir yang mungkin bisa terjadi adalah luka di hidung atau di belakang telinga.  Ternyata memakai masker untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan luka di hidung dan bagian belakang telinga akibat masker pada kulit.

Jika mengalaminya, lindungi bagian tersebut dengan solusi untuk mengurangi masalah dan masalah kulit.

“Meskipun banyak efek yang ditimbulkan tetap wajib bermasker ya. Cuma efeknya minimal dengan mengikuti solusinya. Tetap aman dan jangan lupa pakai masker. I protect you, you protect .” katanya.  (Heti Palestina Yunani)