
Elisabeth Adventa
Pulau Bali sudah lama dikenal sebagai pusat seni. Kreatifitas masyarakatnya pun tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu kota pusat seni di tanah air, tak heran jika barang kerajinan banyak ditawarkan disana. Sepert Baliluna Retro yang menawarkan suvenir dan dekorasi berbahan kayu limbah.
Salah satu kerajinan unik datang dari Baliluna Retro asal Bali. Bisnis aneka suvenir dan produk kerajinan ini didirikan oleh Eveleen Sutanto sejak 2009 silam. Yang menjadikan Baliluna Retro unik adalah bahanm baku yang digunakan untuk membuat suvenir dan kerajinan berasal dari potongan limbah kayu.
Kebetulan Eve, panggilan Eveleen, punya hoby craft. Ia sering membuat barang kerajinan seperti gantungan kunci, aksesoris dan perhiasan. “Lalu saya berfikir untuk memanfaatkan llimbah kayu. Di sekitar rumah saya kebetulan ada beberapa usaha mebel yang banyak membuang kayu,” jelas Eve.
Lantas, Eve memutar otak untuk menenmukan jenis kerajinan yang tepat berbahan limbah kayu. Ide pertama yang terlintas adalah suvenir pernikahan khas Bali. “Saya pikir kalau untuk oleh-oleh kan sudah banyak. Nah, yang belum banyak waktu itu suvenir pernikahan,’ ungkapnya.
Aneka souvenir pernikahan berupa gantungan kunci dan magnet kulkas yang berbentuk sepasang pengantin tradisional Bali jadi debut pertama Eve di Baliluna. Kemudian, produk suvenir lainnya asbak, tempat lilin, cermin kotak perhiasan, kotak kado jam dinding, sampai kotak seserahan.
Seiring bergesernya tren, Baliluna Retro juga membuat pernak-pernik dekorasi ruangan dari beberapa sambungan kayu y6ang bertulisakan kata-kata motivasi. “Beberapa tahun belakangan kan mulai muncul hobi dekorasi rumah, terus kafe dengan dekorasi vintage juga mulai banyak. Jadi saya juga bikin produk itu,” kata Eve. Ia membanderol harganya Rp 20.000-Rp 500.000 per buah.
Utnuk souvenir pernikahan, Baliluna menerima pesanan minimal 200 buah agar bisa mendapatkan harga grosir. Serangkan untuk produk dekorasi, Eve bilang konsumen bisa memesan model dan ukuran custom, tentu dengan harga yang berbeda pula.
Meski berbahan dasar limbah kayu,suvenir Baliluna dipercantik dengan finishing cat, sehingga nampak terbuat dari tembaga atau batu giok. “Semua produk harus di finishing dengan cat agar menonjolkan kesannya masing-masing. Kalau suvenir biar tampak elegan kalau dekorasi biar kesan old dan vintage benar-enar nampak,” terang eve.
Ia menjelaskan jika pelanggan Baliluna Retro datng dari seluruh daerah di Indonesia. Kebanyakan pesanan datang dari pulau Jawa dan Sumatra, terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan.
Sumber: Kontan.22-Februari-2018.Hal_.19
