Menyaksikan pameran foto tunggal Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pekan lalu, yaitu pada hari ulang tahunnya yang ke-50 tanggal 15 Januari 2015, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan.
Dari beberapa tipe fotografer, yaitu yang memotret apa yang dilihatnya saat bepergian (traveller photographer), yang hanya memotret dirinya sendiri (selfier), yang memotret untuk nafkahnya (profesional/jurnalis), dan yang memotret untuk diakui (hobi dan pemula), Bu Susi, biasa disapa, bisa digolongkan pada yang pertama.
Dari golongan traveller photographer pun bisa diurai beberapa golongan lagi, yaitu yang memotret bangunan-bangunan indah, yang memotret pemandangan indah, yang memotret aneka manusia, dan yang memotret bukti dirinya di suatu tempat. Susi bisa digolongkan pada yang memotret pemandangan indah, tetapi lebih khusus lagi memotret dari udara.
Banyak cara orang memotret pemandangan (lanskap). Ada yang terpesona pada keindahan semata lalu ingin menyimpannya dalam selembar foto apa adanya, tetapi adapula yang mencoba “memotong” pemandangan itu menjadi sepotong rekaman yang mewakili sifat personal pemotretnya. Dalam hal ini, Susi masuk kelompo kedua, yaitu ia senang pada komposisi-komposisi yang dibentuk alam.
Sebagai informasi tambahan, Susi mengatakan bahwa dia selalu memotret dari dulu, terutama dari udara. “Saya punya foto-foto bendana tsunami Aceh dari udara tahun 2004. Mungkin foto saya paling lengkap untuk kategori foto udara,” katanya.
Informasi lain yang tidak kalah prnting, Susi saat ini memakai kamera Leica M.
Sumber : Kompas, 20 Januari 2015, hlmn 36

