Zahrotur Riyad (38) kerap ditanya,mengapa dokter gig malah sibuk membantu remaja agar sadar kesehatan reproduksi . Apalagi , ibu tiga anak itu juga kerap ahrus mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk menjangkau remaja di pulau-pulau pesisir Batam,Kepulauan Riau, yang menjadi sasaran kepanyenya.
OLEH KRIS RAZIANTO MADA
“Saya tidak ingin ikut menjadi hakim tanpa memberi penyelesaian apa pun. Lebih baik saya melakukan sesuatu.Kalau belum terjadi, saya ingin ikut mencari solusi ke depan agar bisa lebih baik,” tutur istri Ahmad Khalis Tontowi itu.
Ia tengah membahas fenomena kehamilan dini dan hubungan badan pra nikah yang marak di kalangan remaja Kecamatan Galang,Batam. Setiap tahun, banyak pelajar berhenti sekolah karena hamil.
“Saya pernah diajak memeriksa ke SMA.Hasilnya ada 10 orang hamil dan banyak lagi sudah terbiasa berhubungan badan ,” ujar dokter gigi di Puskesmas Galang, puskesmas yang melayani warga 40 pulau di pesisir Batam,itu.
Untuk remaja itu, persoalan tidak selesai dengan hanya menuding mereka tidak bermoral menuding mereka tidak bermoral.Bahkan , penghakiman tanpa upaya pendampingan justru hanya akan memperparah keadaan .
Tidak jarang pelajar yang kedapatan hamil dikeluarkan dari sekolah.Keputusan itu membuat remaja tersebut tertimpa masalah berkali-kali ,Sebab,remaja itu kehilangan kesempatan menuntut ilmu.Pelajar itu juga akan dipaksa menjadi orangtua dalam usia dini dan tanpa pengetahuan soal berkeluarga atau merawat anak.
“ Saya merasa ikut bertanggung jawab ,Sebagai tenaga kesehatan dan sebagai ibu, saya merasa tidak bisa diam melihat fenomena yang meluas di pulau-pulau itu.Remaja melakukan hal yang belum selayaknya di usia mereka.Saya harus melakukan sesuatu,” tutur lulusan Universitas Airlangga ,Surabaya , ini.
Pemikiran itu yang membuatnya menghidupkan lagi Program Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesman Galang. Meski bukan dokter kandungan ,ia bersedia menangani program yang membuatnya bertemu banyak pelajar di pulau-pulau pesisir Batam.
Konselor Remaja
Apa yang dilakukannya dalam PKPR diceritakan di sela pelayaran dan perjalanan ke Pulau Air Raja,salah satu pulau pesisir timur Batam . Diperahu kayu yang mengantar ke Pulau Air Raja , ia menyusun tas berisi peralatan pemeriksaan kesehatan gigi.Semua peralatan dibawa dari tempat praktik pribadinya.
Peralatan itu harus dibawa Karena Zahro mau memberikan pelayanan kesehatan untuk warga pulau.Sebelum pengobatan untuk warga dimulai,ia mampir ke SMA di pulau itu.Di SMA itu,ia bertemu dengan sejumlah pelajar yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK – KRR) . Zahro membina 12 PIK-KRR di seluruh Galang.
“Ada di SMA,MTS, dan SMP, Anggota PIK- KRR menjadi konselor sebaya untuk pelajar ,” ujar perempuan asal Lumajang Jawa Timur,itu
Secara rutin,Zahro menemui PIK- KRR di setiap sekolah secara bergantian.Dalam pertemuan ,Zahro menanyakan perkembangan kegiatan PIK-KRR . Ia juga memberikan tambahan pengetahuan soal kesehatan reproduksi remaja.
“ Mereka akan menyampaikan kerekan-rekannya soal bahanya hubungan badan pra nikah dan kehamilan di usia dini. Mereka menyampaikan dalam bahasa sesame remaja,”tuturnya.
Kampanye dengan bahasa formal,menurut dia,akan sulit diterima remaja itu.Bahkan,amat mungkin mereka justru menolak jika kampanye disampaikan secara hitam putih dengan gaya birokrat atau guru.
“Tahu-tahu menyatakan tidak boleh,haram .Tidak bisa seperti itu. Akan lain kalau disebarkan dengan behasa sesama remaja,”ujarnya.
Penyebaran itu diharapkan membuat remaja di pesisir Batam sadar tentang bahaya hubungan badan di usia dini bisa berkurang.Dengan cara itu,diharapkan pelaku hubungan badan usia dibi bisa berkurang .
“Memang sampai sekarang masih terus ada kasus baru.Karena itu,saya dan rekan-rekan konselor sebaya justru harus bekerja lebih keras,”katanya
Apabila ada persoalan terlalu berat, seperti ada yang sudah terlanjur hamil.Zahro turun tangan . Untuk mereka, fokus Zahro adalah pendampingan agar siap berkeluarga di usia dini.
“Menurut undang-undang,mereka masih anak-anak dan sama sekali tidak punya pengetahuan tentang bagaimana menjadi orangtua. Akan seperti apa kalau mereka tetap dibiarkan tidak tahu dan tanpa pendampingan ,”tuturnya.
Zahro menekankan soal menghindari kekerasan dalam rumah tangga,cara mengasuh anak,dan komunikasi pasangan.Mereka juga dirujuk untuk rutin memeriksakan kehamilannya.
“Banyak remaja hamil tidak melapor ke bidan atau puskesmas Karena mereka ingin menyembunyikan itu.Kondisi ini justru membahayakan janin dan ibunya,”ungkapnya.
Layanan Gratis
Memang,tidak setiap saat Zahro bisa bertatap muka dengan para konselor sebaya ataupun remaja yang menjadi korban pergaulan . Sebagian besar tinggal di pulau-pulau pesisir Batam dengan akses ternsportasi terbatas.
Untuk ke sana,sering Zahro harus menyewa perahu jika tidak ada perahu tambang umum.Ia tak bisa mengandalkan anggaran dari pemerintah Karena memang tidak ada anggaran khusus untuk kegiatannya.
Dana kegiatan itu diusahakannya sendiri.Honor dari praktiknya ,hasil berdagang,dan honor sebagai pembicara disisihkan untuk membiayai kegiatan itu.
“Untung suami bisa mengerti dan menyokong saya,”ujarnya.
Setiap sore di hari kerja ,Zahro memang masih praktik mandiri.Praktik dilakukan setelah jam kerja sebagai warga Puskesmas Galang Berakhir
“Saya tidak selalu berada di puskesmas.Kadang pelayanan kesehatan gigi diberikan di dermaga atau warung sembari menungggu perahu datang.Harus seperti itu Karena tidak setiap warga pulau bisa datang ke puskesmas.Kalau saya kebetulan di pulau,sekalian memebrikan pelayanan kesehatan,”tuturnya.
Sebagian penerima layanan kesehatan menyerahkan kartu BPJS kesehatan sehingga biaya pelayanan mereka diklaim.Namun kerap kali,layanan itu diberikan secara gratis.Hal itu antara lain dilakukan di SD Air Raja.Di sana,ia memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gigi gratis untuk pelajar SD.
Zahro mencabut gigi sejumlah pelajar di SD itu tanpa memungut bayaran apa pun. “ Saya masih dikasih rezeki dari sumber lain .Saya dan suami sudah sepakat,kami harus bermanfaar untuk orang lain,” tutrnya yang mengajarkan sikap ini kepada tiga anak-anaknya.
ZAHROTUR RIYAD
- Lahir : Lumajang,19 Juli 1978
- Pendidikan :
– Fakultas Kedokteran Gigi Unuversitas Airlangga
– SMAN 2 Lumajang - Aktivitas Sosial :
– Penanggung Jawab PKPR Puskesmas Galang
– Direktur Lembaga Kesehatan PWNU Kepulauan Riau
– Staf Ahli Kesehatan Mushlimat NU Kepulauan Riau.
UC Lib – Collect
Kompas , 23 Januari 2016

