BERLOKASI STRATEGIS : Graha Wismilak jadi bangunan elit di masa lampau karena menjadi satu-satunya bangunan berlantai dua di kawasan Darmo, meski dipugar bangunan asli tetap dipertahankan.

Satu-Satunya Gedung Berlantai Dua di Era Penjajahan

Grha Wismilak dibangun saat kondisi ekonomi politik di Indonesia, khususnya di Surabaya mulai membaik. Gedung ini dibangun di kawasan elite di Surabaya.

Mus Purmadani Wartawan

Radar Surabaya

TAHUN 1900-an kondisi ekonomi politik di Surabaya mengalami perbaikan. Jadi pembangunan mulai dari kawasan Surabaya Utara (Old Soerabaia) kemudian mengarah ke Surabaya Selatan. (Nieuwe Soerabaia). “Kalau Tunjungan menjadi pusat perdagangan, nah kawasan Darmo menjadi kawasan elite Surabaya,” kata Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto kepada Radar Surabaya.

Freddy mengatakan, Graha Wismilak dibangun oleh pengusaha jas yang cukup terkenal di Belanda. Bahkan saat itu Graha Wismilak ini adalah satu-satunya gedung lantai dua di kawasan Darmo. “Jadi kawasan ini sengaja dibangun sebagai kawasan elite Belanda. Tapi kalau mau mencari hiburan tetap di Tunjungan. Makanya di kawasan ini dulu terdapat jalur trem,” ujarnya Lebih lanjut.

Freddy menuturkan, kawasan elite ini terlihat dari adanya bangunan seperti gereja, sekolah dan rumah sakit. Pada 3 Juli 1993, bangunan ini dibeli oleh perusahaan rokok yang cukup ternama yang berpusat di Surabaya. Perusahaan rokok tersebut adalah PT. Wismilak Inti Makmur Tbk (Wismilak Group). “Setelah dibeli oleh Wismilak, bangunan tersebut dilakukan perawatan,” jelasnya.

Beberapa tahun kemudian, dibangun gedung baru berlantai di belakang gedung lama. Desain arsitektur gedung baru mengikuti gedung lama dan bersambung. Gedung baru tersebut mengikuti lokasi hadap gedung lama, yaitu menghadap keperempatan lampu merah Polisi Istimewa.

“Kalau ada yang menyebut ada digunakan kantor Jamu Iboe, bisa jadi karena pemilik Wismilak memiliki hubungan kerabat dengan Jamu Iboe,” terangnya. (*/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya.19 Januari 2022. Hal. 6-7