SAKSI BISU : Di kawasan Anita Boulevard (sekarang Jalan Dr Soetomo dan Jalan Polisi Istimewa) ada beberapa lokasi yang digunakan untuk markas dan penyimpanan senjata saat pertempuran 10 November 1945, salah satunya yakni Grha Wismilak.

Grha Wismilak juga memiliki sejarah dengan pertempuran 10 November 1945. Pertempuran arek-arek Suroboyo melawan Belanda ini tidak hanya di Jembatan Merah, namun juga di perempatan Jalan Darmo.

Mus Purmadani

Wartawan Radar Surabaya

KETUA Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto mengatakan, Grha Wismilak sempat menjadi gudang penyimpanan senjata. Pasalnya saat itu arek-arek Suroboyo diultimatum untuk menghentikan perlawanan pada tentara Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI) dan menyerahkan senjata rampasan dari Jepang di depan gedung ini.

“Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan/ milisi,” katanya kepada Radar Surabaya.

Freddy menuturkan, selain Grha Wismilak yang pernah dijadikan kantor polisi, sekolah Saint Louis dan Santa Maria pernah juga dijadikan markas Polisi Istimewa dengan komandannya M Jasin. “Maka sekarang jalan di depannya diganti namanya menjadi Jalan Polisi Istimewa untuk memperingati hal itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Freddy menjelaskan, sejarahnya. tembakan dari meriam kapal mencapai sejauh Simpang Lonceng dan ada yang sempat menghangus kan gedung Siola. Sekutu dari pesawat terbang menjatuhkan bom api dan bom waktu yang menim bulkan banyak korban.

“Sebagai balasan, para pemuda membakar rumah-rumah yang dihuni warga Belanda di Jalan Darmo,” jelasnya. Markas Pasukan Polisi Istimewa yang ada di Sekolah Saint Louis membuat tempat baru di Sidoarjo untuk menjamin agar eksistensinya cukup lama. Pasalnya, di Surabaya keadaan sudah terlalu genting.

“Sebagian dari anggota Polisi Istimewa tetap berada di Surabaya untuk mendukung pejuang yang masih bertahan,” katanya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 17 Januari 2022. Hal. 6-7