Kota Lama

Stasiun Surabaya Kota diresmikan pada 16 Mei 1878 adalah salah satu stasiun kereta paling sibuk pada masanya. Sekarang Stasiun ini mengalami restorasi dan kabarnya akan segera difungsikan kembali.

(Mus Purmadani, Wartawan Radar Surabaya)

PEMERHATI sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, awalnya stasiun ini dibangun untuk transportasi industri tebu dari pasuruan ke Surabaya. Kemudian berkembang jadi sarana mobilitas masal favorit. “Meski ada pesawat, kereta api alternatif transportasi masal murah meriah,” jelasnya kepada Radar Surabaya.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya ini mengatakan, saat itu jalur Surabaya-Pasuruan dianggal sangat penting lantaran di Umbulan terdapat sumber air yang sangat besar. Pasokan air dari Umbulan ke Surabaya saat itu diangkut menggunakan kereta api. “Pada masa itu stasiun Semu merupakan salah satu dari dua stasiun yang terkenal di Kota Surabaya tempo dulu. Lainnya adalah stasiun Pasar Turi,” katanya.

Stasiun ini merupakan bagian dari jalur yang melayani rute Surabaya-Solo-Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta. Ketika itu jalur Jakarta-Surabaya masih ditempuh dengan perjalanan selama tiga hari. Begitu malam tiba, kereta berhenti dan penumpang menginap di hotel-hotel untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Chris menambahkan, ada jalur baru yang dibuat ketika masa penjajahan Jepang. Bahkan ada juga jalur yang hilang. “Jejak sisa jalur ini diyakini sebagai bunker oleh sebagian kalangan bahkan oleh pejabat dan pendiri sebuah komunitas. Tapi menurut saya itu pondasi jembatan rel kereta,” jelasnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 23 Januari 2021. Hal.3