Meski gardu listrik zaman Belanda ini masuk sebagai cagar budaya yang dilindungi namun keberadaannya masih sering terabaikan.
Gardu listrik ini adalah warisan perusahaan listrik Belanda Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM), perusahaan ini adalah pengelola listrik di Indonesia waktu itu.
Pemerhati Sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, gardu listrik atau masyarakat menyebut dengan gardu ANIEM memiliki beberapa ukuran. Tinggi gardu sekitar 7 meter dan di bagian kiri kanan serta atas ada stang alumunium dengan isolator keramik sebagai tempat melekatnya kawat listrik.
“Dari rumah trafo ini tegangan sebesar 6.000 volt diubah menjadi 110 volt sebelum disalurkan ke rumah-rumah atau kantor pemerintahan kolonial Belanda,” katanya kepada Radar Surabaya.
Di bagian dinding atau pintu besinya terdapat lempengan logam yang menulisakn tentang gardu listrik dan peringatan bahaya. Kata peringatan itu dituliskan dengan bahasa berbeda-beda sesuai dengan wilayahnya, ada yang bahasa Belanda, Melayu, atau bahasa daerah setempat.
Kata-kata yang tertulis yakni Lavens Gevaar, Hoog Spanning, Awas Elektrik Kras dan dalam bahasa Jawa Sing Ngemek Mati (ditulis dalam aksara Jawa/hanacaraka).
“Bagi orang yang buta huruf, diberitahu dengan gambar simbol petir. Peringatan ini sifatnya keras karena listrik ini bertegangan tinggi. Jika tersentuh besar kemungkinan untuk meninggal,” katanya.
Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya ini menuturkan, gardu-gardu listrik pada masa lalu memang punya fungsi penting. Namun, uniknya penampilan artistik juga turut dipertimbangkan. Gardu-gardu listrik itu juga menjadi bagian dari estetika kota. Menjadi langgam dalam landscape sebuah wilayah.
“Bentuk bangunan dari gardu-gardu listrik itu tidak hanya kotak ala kadarnya. Namun ada nilai desain dan arsitektural yang terasa sangat kuat. Gardu listrik ini sekarang mulai terlupakan, menjadi bagian dari landscape kota yang samar. Garud yang tersebar di berbagai penjuru kota banyak yang tak terurus meski di masa lalu telah menyimpan banyak cerita,” jelasnya

