Menelusuri Sejarah RSUD Dr Soetomo (13). Jadi Tempat Kuliah Sekaligus Laboratorium Kedokteran

14 Januari 2023

Dulu RSUD Dr Soetomo selain menjadi tempat kuliah juga menjadi laboratorium kedokteran. Untuk mempermudah para mahasiswa mengikuti perkuliahan dan mendapatkan tempat kuliah dan laboratorium, maka dibangunlah gedung NIAS di wilayah Karangmenjangan ini.

“Penyelenggaraan pendidikan di NIAS juga bertujuan mecetak dokter-dokter serta sebagai kelanjutan dari pendidikan dokter asal pribumi,” jelas pemerhati sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bagi penduduk pribumi sering terhambat, karena stratifikasi yang dibuat oleh pemerintah kolonial. Berdirinya NIAS memberikan peluang yang sangat besar bagu masyarakat Indonesia untuk memperoleh pendidikan dokter. “Pemerintah kolonial hanya mengizinkan dua tempat pendidikan dokter di Indonesia, yaitu di Jakarta (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen/STOVIA) dan Surabaya (NIAS), NIAS merupakan lembaga tambahan untuk penduduk pribumi memperoleh pendidikan dokter selain di Jakarta,” katanya.

Fungsi bangunan gedung NIAS secara umum sebagai tempat proses belajar mengajar bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter. Setelah NIAS berubah menjadi Universitas Airlangga (Unair), fungsi gedung tidak mengalami perubahan. Bagian gedung yang memiliki ruang yang luas difungsikan untuk aula pertemuan dan ruang kuliah. Fungsi ruang-ruang kecil lebih difokuskan untuk memberikan tempat pada masing-masing bagian, antara lain bagian mikrobiologi, histologi, patologi dan anatomi. (bersambung/nur)