PEMERHATI Sejarah Kota Surabaya mengatakan Chrisyandi Tri Kartika, pembangunan Nieuwe CBZ ini terhenti pada 1942 saat Jepang masuk menguasai Surabaya dan menggunakan bangunan ini sebagai Rumah Sakit Kaigun (Angkatan Laut Bala Tentara Jepang) hingga tahun 1945.

“Setelah Sekutu menguasai Surabaya pada akhir tahun 1945 maka Nieuwe CBZ kembali digunakan Belanda sebagai rumah sakit yang dikenal Marinir dengan sebutan Marine Hospital Surabaya,” katanya kepada Radar Surabaya.

Kemudian pada tanggal 7 Agustus 1950. Marine Hospital surabaya diserahkan kepada Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat. Dan sejak tahun ini pula ditetapkan namanya menjadi Rumah Sakit Umum Pusat dan dibawah departemen kesehatan RI. sejak tanggal 20 mei 1964 diganti nama menjadi RS dr Soetomo.

Pada tahun 1980, RS Simpang dijual lalu menjadi Plaza Surabaya dan semua pelayanan dijadikan satu di RSU dr Soetomo. pada tahun 2002, Perda Provinsi Jatim menetapkan perubahan nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo.

“Rumah Sakit di Kota Surabaya sebenarnya sudah ada sejak tahun 1800-an, yaitu rumah sakit militer Simpang. Akan tetapi pada era itu rumah sakit tersebut lebih mementingkan pasien yang berasal dari golongan militer, pegawai sipil dan juga para pekerja disektor perkebunan swasta,” terang pustakawan Universitas Ciputra tersebut. (bersambung/nur)