Sumber :Mengenal Sindu Sandika, Lulusan UC Surabaya yang Sukses Kembangkan Bisnis Sejak Kuliah
Mengenal Sindu Sandika, Lulusan UC Surabaya yang Sukses Kembangkan Bisnis Sejak Kuliah
26 Oktober 2024
Surabaya – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar wisuda ke-XV bertempat di Ciputra World, Surabaya. Prosesi sakral ini diikuti 1.080 wisudawan yang terdiri dari 972 program sarjana dan 108 program pasca sarjana.
Prosesi wisuda ini dilaksanakan selama 2 hari, sejak Jumat (25/10/2024) dan Sabtu (26/10/2024). Wisuda kali ini mengusung tema “Cultivating Entrepreneurial Resilience in The Challenging Digital Age” yang dibagi dalam 3 sesi.
Rektor Universitas Ciputra, Ir Yohannes Somawiharja berharap para wisudawan-wisudawati memiliki pola pikir entrepreneurship dan kecakapan dalam memakai teknologi, guna menciptakan inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Zaman ini adalah jaman dimana antara ancaman dan kemajuan hadir sama-sama hebatnya. Menjalankan bisnis tidak mudah karena banyak kompetisi, banyak ide baru yang mendisrupsi yang lama,” ujarnya, Sabtu (26/10/2024).
Menurutnya, teknologi di era saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini merupakan nilai lebih yang diharapkan bisa diaplikasikan untuk membantu mencari ide penyelesaian masalah di tengah masyarakat.
“Entrepreneurship education di UC melengkapi mahasiswa dengan mindset dan attitude dan kapabilitas untuk memakai alat teknologi untuk bukan hanya bertahan namun juga berkembang,” lanjutnya.
Seperti sosok Sindu Sandika, wisudawan Prodi International Business Management UC Surabaya ini berhasil menjalankan proyek bisnis yang berawal dari tugas kuliah di semester dua.
Tempat usahanya diberi nama Sinsin Tobaku. Bersama 5 temannya, pemuda asal Sawojajar, Malang, ini membuka usaha dengan berjualan berbagai kotak tempat makan lewat E-Commerce.
“Ide ini muncul disaat Covid-19. Saya melihat banyaknya pedagang makanan yang bermunculan. Awalnya penjualan tidak seperti yang diharapkan,” ungkapnya.
Setelah melakukan evaluasi, mereka merasa salah menentukan target market. 6 orang ini memeras otak hingga menemukan formula yang dapat mendongkrak penjualan. “Ternyata dibutuhkan toko secara fisik untuk bisa mendongkrak penjualan,” tambahnya.
Ketika menginjak semester empat, atas bimbingan para dosen UC Surabaya dan dukungan orangtuanya, Sindu kemudian melakukan riset mencari tempat yang pas untuk membuka toko.
“Awal buka toko ini di Malang, itu saya masih semester empat. Ada satu toko dengan tiga pegawai dan fokus jual kemasan,” terangnya.
Seiring berjalannya waktu, ternyata banyak permintaan bahan-bahan kue. Sehingga, ia buka satu toko lagi yang fokus jual bahan kue. Toko khusus bahan kue itu menyerap empat pegawai sebagai tenaga kerja.
“Saat masuk semester enam, nambah toko lagi dan berfokus jual peralatan kue seperti cetakan, oven, mixer. Saat ini total 21 pegawai untuk tiga toko tersebut,” paparnya.
Namun usahanya membuka lapangan kerja ini tak selalu menemukan jalan yang mulus. Ditengah perjalanan ketika usahanya mulai berkembang, rekan-rekannya memilih tidak melanjutkan usaha tersebut.
Mereka lebih memilih meneruskan usaha yang tengah digeluti keluarganya masing-masing. Mulai dari situ, Sindu membuka PT Cakrawala Lokatra Creatifa untuk meneruskan usahanya sendiri.
“Orang tua mendukung bukan berarti diberikan modal cuma-cuma. Saya harus pinjam uang bank untuk tambahan modal. Ayah bilang bahwa itu mimpimu jadi kamu harus berjuang untuk mewujudkannya,” paparnya.
Harapannya, ia dapat mengembangkan lagi usahanya dengan tujuan utamanya, yakni membuka lapangan kerja seluas-luasnya, untuk dapat memberdayakan masyarakat luas.
“Semangat saya mengembangkan Sinsin Tobaku adalah 21 pegawai yang menggantungkan hidup keluarganya dengan bekerja disini. Saya ingin mengembangkan bisnis ini lagi sehingga banyak orang lagi bisa bekerja. Rasa bangga saya bukan karena omset, tapi karena saya bisa bersama bertumbuh dengan 21 pegawai ini,” tuturnya.
Selain itu, Sindu berkeinginan bisa membuat ekosistem yang menguntungkan untuk semuanya, baik pembeli, pekerja, dan supplier.
“Jangan gampang menyerah, masa kuliah adalah waktu terbaik untuk coba-coba dan eksplorasi materi dari dosen. Belajarlah juga dari teman-teman kelas dan juga komunitas di kampus. Sukses itu perjalanan, jadi jangan menyerah,” pungkasnya.
Atas perjalanan bisnis yang dinilai sangat menginspirasi bagi pengusaha muda, UC Surabaya mengapresiasi Sindu berupa lulus dengan jalur entrepreneurship.
Editor : Achmad S

