Sebagai menu favorit, Sayam dapat diolah menjadi beragam hidangan. Salah satunya ayam geprek. Sajian sedap ini bisa dengan mudah ditemui di berbagai lokasi.

Lantaran masih ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), KONTAN pun mencoba ayam geprek dari Ayam Blenger PSP dan Ayam Keprabon lewat aplikasi pesan antar. Pertama, dari PSP, KONTAN mencoba ayam blenger PSP dan ayam blenger Termoz. Pemilik Ayam Blenger PSP, Tommy Lim, menyebut menu ini adalah andalan kedainya.

Ayam blenger PSP terdiri dari ayam, nasi, lalapan, dan cabai spesial PSP. Sementara isi ayam blenger Termoz sama dengan ayam PSP plus telur dadar dan keju mozarella.

Saat disantap, rasa pedas langsung terasa. Padahal, menu yang dipesan hanya level setengah atau dengan 5 cabai. Bumbu dari olahan ayam pun terasa. Lahı kita coba ayam Lalu melengkapi citarasanya.

Ayam geprek racikan PSP ini terasa kering dan garing di luar tetapi lembut di dalam. Aromanya pun wangi. Tommy menerangkan, Ayam Blenger PSP muncul dengan konsep yang paling pedas. Dia pun memastikan, bahan baku yang digunakan merupakan yang terbaik dan dipastikan segar. Tak hanya itu, ia mengklaim, PSP me miliki bumbu racik istimewa.

“Bumbu tepung kita dari ke jauhan sudah tahu wanginya. Ibarat kita ke restoran, sudah ketahuan ini bau ayam PSP. Bumbu kita racik sendiri. Tidak beli resep orang,” ujar Tommy.

Babak kedua, KONTAN mencoba ayam geprek racikan Ayam Keprabon. Pilihan jatuh pada paket geprek blenger, salah satu menu yang paling banyak dipesan. Isinya ayam gep rek, sambal dan nasi, telur, lalapan, dan dilumuri dengan ke milih sambal sambal bohay (bawang) dengan level 2.

Sontak, rasa pedas langsung menyergap begitu mencicipinya. Telurnya juga pedas. Tapi adanya mozarella, yang gurih dan asin, mampu menyeimbangkan pedasnya sajian ini.

Keju menjadi pelengkap yang membuat makanan ini bertambah lezat. Tak hanya itu, ayam yang disajikan tanpa tulang ini juga terasa garing dan kering.

Bisa Pilih Level Sambal

Founder dan CEO Ayam Keprabon Renny Rantika pun menjelaskan bahwa sambal yang disajikan menjadi pembeda Ayam Keprabon dengan tempat makan lain. Terlebih, ada beberapa pilihan sambal dengan level yang bisa dipilih. “Untuk ayamnya juga boneless, tanpa tulang. Jadi orang tidak perlu kesusahan untuk makan ayam geprek, takut ribet dan lainnya”, terang Benny.

Bagi penyuka pedas, anda bisa memasukkan menu-menu Ayam Keprabon dan Ayam Blenger PSP sebagai pilihan anda. Ini mwngingat keduanya menawarkan ayam geprek pedas.

Tapi kalau tidak bisa makan pedas, Anda tetap bisa menikmati sajian dari dua kedai ini, lantaran ada beberapa level kepedasan yang bisa Anda pilih.

Ayam Blenger PSP, misalnya, menyediakan menu mulai dari level 0 hingga level 10. Setiap level dengan kelipatan 10 cabai. Namun, ada pula pilihan cabai 1 hingga cabai 3, dan level setengah dengan 5 cabai. Pilihan sambalnya pun beragam.

“Kita buat begini karena banyak yang ingin makan pedas tapi tidak bisa. Maka kita sajikan cabai 1, ternyata banyak juga. Kalau level 0 itu biasanya untuk anak-anak,” katanya.

Sementara di Ayam Keprabon, Anda bisa memilih level 1 hingga level 5, di mana setiap level setara dengan 4 cabai. Bahkan ada level original, yang sambalnya bisa dipisah. Menu ini juga memiliki beberapa pilihan sambal, seperti sambal bohay (bawang), sambal karca (kari rica), dan sambal matah.

“Ayam Keprabon memiliki sambal yang hanya tersedia di Ayam Keprabon, Ada kacra, sambal kari dan rica, dari rempah tradisional yang kita olah sehingga sambal itu bagus untuk kesehatan maupun daya tumbuh,” terang Renny.

Tak hanya ayam geprek, dua kedai ini menyediakan ber bagai menu lain. Harga sajiannya cukup terjangkau. Tommy menyebut kedainya menjual menu dengan harga murah. Dengan harga sekitar Rp 11.000 per porsi, pelanggan bisa mendapatkan nasi dengan ayam, telur dan serundeng.

Dari aplikasi Gofood, harga ayam blenger PSP level 0-10 mulai dari 25.300 hingga Rp 38.500. Untuk ayam blenger Termoz level 0-10 mulai Rp 39.600 hingga Rp 52.800. Lalu, untuk Ayam Keprabon, harga paket geprek mulai Rp 24.000 dan harga paket geprek blenger seharga Rp 37.500 per porsi.

Harganya yang terjangkau ini juga membuat Harvesty, salah seorang karyawan swasta, mengaku gemar mengonsumsi ayam geprek. Tak hanya itu, dia juga menyebut rasanya lezat dan mudah dinikmati.

“Dengan kemasan bowl juga lebih mudah, bisa dimakan di mana saja, misalnya sedang da lam perjalanan, sehingga ring kas dan aman,” katanya.

KONTAN mencatat Ayam Ke prabon hingga kini memiliki 60 cabang di berbagai kota. Se bagian ada yang dikembangkan dengan sistem waralaba, yang sebagian besar tersebar di Ja bodetabek. Menurut Renny, pi haknya akan terus menambah cabang ke kota lain

Adapun Ayam Blenger PSP hingga kini memiliki 11 outlet, di mana sembilan berada di Jakarta, satu di Bekasi, dan satu di Depok. Tommy meng aku belum membuka waralaba karena ingin menjaga citarasa dan kualitas makanan.

Prospek Bisnis Ayam Geprek Masih Gurih

Penjualan ayam geprek selama pandemi Covid-19 ini juga menurun. Meski begitu, usaha ayam geprek diyakini memiliki prospek baik ke depannya.

Founder dan CEO Ayam Keprabon Renny Rantika menjelaskan, usaha ayam geprek ini berprospek baik lantaran usaha ini tidak musiman dan hampir diterima oleh seluruh kalangan.

“Ini bisnis yang hampir diterima oleh segala kalangan, menegah ke bawah, menengah, menengah ke atas, dan hampir di seluruh segmen usia. Dari kecil sampai orang dewasa, sampai usia lanjut pun me nyukai ayam geprek,” kata Renny.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, usaha ayam geprek merupakan usaha yang bertahan lama. Ini karena masyarakat Indonesia menggemari makanan pedas. Meski begitu, agar tetap bertahan, perlu ada kontrol atas operasional usaha ini.

Senada dengan Renny, pemilik Ayam Blenger PSP, Tommy, juga menyakini prospek usaha ini masih akan baik. Apalagi, masyarakat Indonesia selalu menggemari makanan ayam dan senang pada ma kanan pedas. Meski begitu, dia juga mengatakan, usaha ini akan terpengaruh kebijakan dari peme rintah, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

“Kita sekarang berharap regulasi bisa mendukung kita berharap ke depan Indonesia lebih baik. Karena itu kita mendukung gerakan Indonesia Pasti Bisa, termasuk dukung vaksin, tujuannya kita berharap ekonomi membaik. Karena kalau ekonomi membaik, bisnis ayam geprek juga akan baik,” ujar Tommy.

 

Sumber:  Kontan. 2 Agustus 2021 Hal. 24